Lifestyle

Informasi:

Ini merupakan blog yang berisi artikel tentang memajukan Islam, mari bersatu, hindari perpecahan, Jadikan Islam sebagai Penguasa dunia dalam bisnis, pemerintahan dan semua sendi kehidupan

Tampilkan postingan dengan label YAHUDI ISRAEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YAHUDI ISRAEL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2014

KOMPAS | Media Yahudi yang anti Islam

KOMPAS | Media Yahudi yang anti Islam

Riwayat KOMPAS ANTI ISLAM..!!
BILA TEMUKAN KORAN2 INI BUANGA ATAU UNTUK BERSIHIN KOPET..!!

Oleh: HM Aru Syeif Assadullah (Pemred Tabloid Suara Islam)

Belakangan semenjak Pemilihan Presiden 9 Juli 2014, bangsa Indonesia terbelah pula dukungan antara pro Prabowo dan Joko Widodo.
Polarisasi ini justru mengental sampai menjelang pelantikan presiden Joko Widodo 20 Oktober 2014 yang akan datang. Koalisi Merah Putih (pendukung Prabowo) yang dikira akan segera bubar dan masing-masing diduga akan ‘merapat’ ke kubu Joko Widodo, ternyata malah semakin kokoh bersatu dan memenangkan pertarungan di DPR, mengalahkan kubu PDI-Joko Widodo dengan menggoalkan UU Pilkada dengan mengganti Pilkada langsung dengan diganti dipilih DPRD.
Kubu Prabowo dengan Koalisi Merah Putihnya merepresentasikan sebagai kubu kekuatan kelompok Islam dan kebangsaan. Sementara kubu Joko Widodo menampung aspirasi nasionalis, Kristen-Katolik dan aliran Kiri.
Adalah harian milik misi Katolik : Kompas dengan sangat Spartan menempatkan diri dalam posisi mendukung kubu Joko Widodo. Identik dengan dukungan ini, suara minor bahkan anti kepada aspirasi Islam pun disemprotkan dengan kencang. Kendati Kompas selama ini dikenal sebagai koran yang selalu mengedepankan bahasa yang halus untuk melancarkan missinya yang terselubung, namun akhir-akhir ini ciri khas Kompas itu hilang sudah.
Kini wajah Kompas semakin mengeras dan terang-terangan ‘melawan’ aspirasi Islam. Atas nama membela kepentingan kubu Joko Widodo Kompas yang menjadi ‘komando’ media massa termasuk hampir semua media elektronika-TV itu, makin berani ‘menyerang’ kepentingan Islam.
Bahasa gaya menyindir, yang halus sudah ditinggalkan diganti terang-terangan menyebut berbagai kasus pelecehan seks dilakukan kyai, guru ngaji dan semacamnya. Dahulu Kompas menyindir pelaku pelacuran dengan menyebut para pelacur di Batam dengan nama samaran : Siti Fatimah, Ummi Khalsoum. Pertanyaannya mengapa tidak disebutkan dengan nama samaran orang Kristen misalnya : Deborah, Fransisca, Agnes? Mereka sengaja mendiskreditkan Islam dengan pemberitaan itu.
Riwayat harian Kompas yang anti kepada Islam,catatan faktual yang bisa diungkapkan niscaya sangat panjang. Ingat saja pada 1990 peristiwa penghinaan tabloid Monitor—terbitan kelompok Kompas—terhadap Nabi Muhammad Saw yang membawa Arswendo Atmowiloto masuk bui. Kasus Monitor yang membuka karakter asli Kompas, yakni membenci kepada Islam dengan menghina Nabi Muhammad Saw, sebenarnya tidak cukup sekadar memenjarakan Arswendo. Sehingga Kompas niscaya “tertawa” sinis dengan hukuman sangat ringan itu.
Ingat di kalangan gereja Inggris dan Eropa—pada abad Pertengahan-- dikenal penghinaan kepada Kristen dengan hukuman blasphemy, di mana pelaku dihukum mati dengan cara tubuhnya dikoyak menjadi empat bagian setelah diikat tangan dan kakinya oleh kuda, seraya kuda dipaksa untuk berlari ke empat penjuru sehingga tubuh Sang Pendosa agama ini tercabik menjadi empat bagian yang mengerikan.....!
Karena sanksi yang ringan inilah Kompas semakin berani melecehkan apa saja berkaitan dengan aspirasi Islam di Indonesia....!?
Tidak lama setelah kasus Monitor dengan lebih berani Kompas melancarkan tuduhan : “Ijo Loyo-Loyo” bagi umat Islam yang pada 1990-an awal semakin bersahabat dengan pemerintahan Soeharto.
Sebenarnya kedekatan Soeharto dengan kelompok Islam sudah dimulai sejak 1987 dan tercermin pada hasil Pemilu 1987, di mana Golkar atas perintah Soeharto melakukan ‘pembersihan’ kepada anggota-pimpinan Golkar dari Kristen diganti Islam.
Sebenarnya, Soeharto hanya membuat keseimbangan anggota DPR dan anggota kabinet pembantunya mulai disusun secara proporsional—sesuai jumlah agama penduduk di Indonesia yang mayoritas Islam--, karena sebelumnya sejak 1967, selalu dominan orang-orang Kristen. Perubahan ini selalu dijelaskan oleh Habibie sebagai pemerintah ingin mengikuti asas proporsional, walau ternyata belum proporsional mutlak.
Memang terjadi perubahan cukup mencolok sejak 1988 itu, menteri-menteri bidang ekonomi yang langganan dijabat tokoh Kristen diganti sama sekali. Hilanglah menteri-menteri Kristen mulai : JB. Sumarlin, Frans Seda, Radius Prawiro, Adrianus Mooy, juga yang Islam namun bersekutu dengan Kristen misalnya Widjojo Nitisastro,Ali Wardana, Emil Salim, Saleh Afif dan seterusnya.
Jabatan strategis pimpinan ABRI pun mulai ditanggalkan yang semula di tangan jenderal-jenderal Kristen, seperti Panggabean, Benny Moerdany, Sudomo, diganti jendral yang Muslim, mulai Feisal Tanjung, R. Hartono, Sjafrie Sjamsoeddin sampai Prabowo Subianto.
Ihwal perubahan politik Soeharto yang pro dan bersahabat dengan Islam ini pun ditandai langkah nyata semakin memperhatikan aspirasi Islam misalnya : melakukan kodifikasi hukum Islam yang menjadi embrio lahirnya UU Peradilan Agama (1989) juga memprakarsai lahirnya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dizinkannya Bank Islam dengan meresmikan pembukaan Bank Muamalat di halaman Istana Bogor juga pada 1989.
Bahkan kehidupan pribadi keluargo Soeharto yang makin merapat ke Islam ditandai pergi haji seluruh keluarga pada 1990, semua ini membuat kalangan Kristen semakin gundah dan tercermin oleh ungkapan ‘Ijo Loyo-Loyo’ Kompas yang sekaligus menjadi pertanda dimulainya perlawanan sengit kepada rejim Soeharto. Apalagi sikap Soeharto sejak Pemilu 1992 saat itu semakin jelas yakni semakin menjauhi golongan Kristen yang selalu dipelopori oleh CSIS (Centre for Stategic and International Studies), sebaliknya semakin merapat bersama kelompok Islam.
Kompas sejak 1992 itu bagai menabuh genderang perlawanan terhadap rezim Soeharto. Sikap perlawanan itu terus dipupuk dan bermuara pada jatuhnya Soeharto pada Mei 1998. Sikap konsisten Kompas yang sejati adalah selalu berlawanan dengan Islam...!!
Itulah yang kemudian terjadi pada 1997 lebih 100 tokoh Islam melancarkan gugatan kepada Kompas diprakarsai oleh KISDI (Komite Indonesia Untuk Solidaritas Dunia Islam). Sejumlah tokoh Islam penggugat Kompas itu di antaranya : M. Amien Rais, M. Syafii Maarif, Deliar Noer,Kuntowidjojo, Afan Ghafar, Kyai Misbach, Prof Daoed Ali Guru Besar UI, Ahmad Sumargono, KH Abdul Rasyid AS, KH Cholil Ridwan, dan lebih 100 tokoh lainnya.
Gugatan itu dipicu oleh tajuk rencana Kompas 28 Agustus 1997 dan 2 September 1997, namun hakikatnya gugatan itu ditujukan kepada sikap dan penampilan Kompas yang selalu melecehkan aspirasi Islam dalam berbagai ekspresi yang sangat menghina. Gugatan kepada Kompas ini pada awalnya dimulai dari protes KISDI atas pemuatan dua tajuk rencana Kompas seperti disebut dimuka berjudul "Kekerasan Membuat Aljazair Runyam", "Korban Terus Berjatuhan dan Situasi Aljazair" semakin kusut ratusan orang dibantai.
Dalam tajuk ini sangat tergambar kebencian Kompas seraya memanipulasi adanya kekejian pembantaian di Aljazair yang amat sadistis, diantaranya tertulis dalam tajuk itu, Kompas menuduh pembantaian sadis dilakukan FIS (Front Islamique Du Salute) kutipannya :
“Berbagai kalangan geram dan marah terhadap tindakan kaum militant FIS yang dinilai tidak berperikemanusiaan, sadis, brutal dan tanpa ampun”.
Kompas jelas memfitnah FIS juga Islam secara keseluruhan, karena dalam peristiwa pembantaian sadis di AlJazair itu oleh media besar Barat sendiri seperti Washington Post, The New York Time, Newsweek terang-terangan meragukan pelaku pembantaian sadis di Aljazair itu adalah Kelompok Islam FIS. Padahal Kompas sudah memblow-up kekejian itu sebagai dilakukan FIS dan menggambarkan kekejian itu adanya pembantaian orang tua, anak-anak yang dipenggal kepalanya seraya kepala itu dipajang di atas pintu rumah. Bahkan digambarkan kekejaman FIS membantai para wanita hamil yang dirobek perutnya oleh senjata tajam.
Fitnah Kompas ini dilaporkan KISDI ke Menteri Penerangan R. Hartono, sehingga pemberitaan minor itu pun terhenti. KISDI pun segera membentuk TPI (Tim Pembela Islam) yang dipelopori Hartono Mardjono, SH dan Bachrun Martosukaro, SH yang segera melayangkan somasi terhadap Kompas. Peristiwa ini menjadi berita besar nasional dan berakhir dengan perdamaian antara TPI mewakili 100 tokoh Islam melawan Kompas.
Ketua MUI KH. Hasan Basri pun menjadi saksi perdamaian itu dengan janji-janji pihak Kompas tidak akan mengulangi perbuatannya.
Ternyata janji-janji itu tidak pernah ditepati. Penampilan Kompas yang cenderung melecehkan Islam tetap selalu tampil. Pelecehan jika tidak langsung dilakukan Kompas juga dilakukan oleh media-media yang diterbitkannya. Seperti yang dilakukan harian berbahasa Inggris milik Kompas, The Jakarta Post memajang illustrasi belum lama ini tentang ISIS yang sangat menghina Islam secara keseluruhan. Sejumlah elemen Islam seperti FPI (Front Pembela Islam) melaporkan ke Polri namun pihak Polri tidak memproses dengan cepat dan fair. Karena itu Kompas semakin berani melecehkan Islam dalam berbagai ekspresi dan dimuat di media online-nya seperti Kompas.com, Tribunnews.com, dan berbagai media grup mereka.
Sekadar mengungkap catatan, Kompas pernah melancarkan perasaan anti Islam melalui majalah Jakarta-Jakarta pasca Kerusuhan Mei 1998.
Fitnah luar biasa itu melalui tulisan opini FX Rudi Gunawan. Tulisan itu mengungkap bahwa dalam kerusuhan Mei 1998 telah terjadi pemerkosaan massal terhadap warga negara keturunan China oleh orang Islam. KISDI lagi yang melakukan protes ke Deppen, apalagi kemudian berita bohong Jakarta-Jakarta itu pun menjadi berita internasional. Bahkan FBI dan CIA di Amerika Serikat sempat mempercayai berita bohong itu dan menampung permintaan suaka ratusan keturunan Cina ke AS dengan alasan sebagai korban pemerkosaan umat Islam di Jakarta.
Karena dalih mereka ditulis dalam sebuah pengakuan yang seragam (sama persis hanya foto copy) membuat pihak keamananan Amerika curiga dan melakukan investigasi ke Jakarta. Hasilnya menurut VOA (Voice of America) gelombang pencari suaka keturunan China itu dikendalikan seorang makelar pencari kerja dari RRC ke AS.
Kompas memang sangat 'kreatif’ dalam melecehkan Islam, dan tidak habis-habis selalu minor dari aspirasi Islam. Belum lama ditandatangani perjanjian damai heboh Somasi TPI ke Kompas, masuk bulan Ramadhan 1998 (Kompas, 3 Januari 1998) kembali Kompas berulah dengan memuat berita foto sangat besar di halaman satu dengan judul "Sarapan Pagi".
Foto yang sangat besar itu bagai melecehkan umat Islam saat itu tengah berpuasa. Foto itu terasa kontroversial dimuat secara mencolok dalam ukuran besar (tiga kolom di halaman muka) setinggi setengah halaman koran, dengan keterangan foto "Sarapan Pagi : Menjelang pelajaran dimulai murid SD Slopeng Sumanep, Madura ini menyempatkan diri untuk sarapan pagi.
Dengan uang Rp100,- di kantin belakang sekolah, mereka dapat menikmati sepiring nasi uduk dengan lauk ala-kadarnya."
Pemuatan foto itu mengusik tokoh Betawi juga Ketua Bamus Betawi Mayjen (Purn) Eddie M. Nalapraya. Menurut Eddie saat itu, foto itu jelas melecehkan umat Islam yang tengah berpuasa juga menghina orang Madura yang 100% beragama Islam. Foto itu menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, sengaja dimuat untuk “menyindir” bahkan melecehkan umat Islam yang saat itu tengah berpuasa.
Gaya Kompas yang sinis dan “menyerang” Islam itu tampaknya kini di era pemerintahan Joko Widodo yang didukungnya habis-habisan sejak awal itu, akan lebih nyaring dilontarkan. Mungkin mereka merasa kembali sebagai pendamping penguasa seperti di awal era Orde Baru bersama Soeharto. Mungkin....
SIAPA TAHU....!??

Masih baca berita kompas? mendingan buat kompos aja bermanfaat

Rabu, 27 November 2013

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi Israel, Salah Satunya Anti Rokok


yahudi awal Rahasia Kecerdasan Orang Orang Yahudi; Ambil Yang Baik Buang Yang Buruk  DALAM Qur’an, tertulis bahwa kebanyakan dari golongan Yahudi ialah diberi karunia berupa kepintaran akal. Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar ?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
yahudi11 Rahasia Kecerdasan Orang Orang Yahudi; Ambil Yang Baik Buang Yang Buruk
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
yahudi2 Rahasia Kecerdasan Orang Orang Yahudi; Ambil Yang Baik Buang Yang Buruk
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
yahudi32 Rahasia Kecerdasan Orang Orang Yahudi; Ambil Yang Baik Buang Yang Buruk
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
yahudi 4 Rahasia Kecerdasan Orang Orang Yahudi; Ambil Yang Baik Buang Yang Buruk
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik . Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta !
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya, dan bagaimana dengan di negeri kita? Apa syarat kelulusan? Banyak yang hanya dengan syarat mencapai nilai 60 saja, bahkan ada beberapa yang hanya cukup dengan nilai 55 saja, dan malah banyak yang di katrol. Praktek Kerja Lapangan hanya sekedarnya, tidak benar-benar memikirkan sebuah proyek yang berguna bagi UMMAT. Setidaknya, ini yang harus kita cermati & perbaiki.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Bukan itu saja mereka juga pandai mencari dana di negara lain dengan liciknya, di negara mereka rokok adalah hal yang dilarang, tapi mereka membuat perusahaan rokok besar yang dipasarkan di negara negara lain, terutama Indonesia yang notabene sebagian besar penduduknya Islam, cara mereka membodohkan umat Islam dengan liciknya, dan kita seolah tidak sadar itu dan merasa bangga jika bisa merokok didepan umum, padahal mereka tertawa mengejek, ayo buang kebiasaan merokok agar bangsa kita menjadi bangsa yang pandai dan sejahtera, kalau tidak dimulai dari diri sendiri dan keluarga, siapa lagi yang bisa memulai... [islampos/kaskus]

Advertisements!

Copyright @ 2013 DUNIA ISLAM | ARTIKEL MOTIVASI | ARTIKEL ISLAMI. Designed by Templateism | Love for The Globe Press