Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Oktober 2014
INILAH ALASAN MAYORITAS WARGA DKI KHUSUSNYA UMAT ISLAM MENOLAK AHOK
Sehubungan adanya demo penolakan Ahok oleh warga DKI terutama oleh elemen-elemen Islam dan warga Betawi, perlu disebarluaskan alasan penolakan terhadap Ahok yang sebenarnya. Ini tidak sesederhana seperti yang kebanyakan orang kira. Inilah 'dosa-dosa' Ahok terhadap umat Islam:
01. Ahok menghancurkan Masjid Baitul Arif di Jatinegara, Jakarta Timur, sehingga warga setempat tidak bisa shalat Jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.
02. Ahok juga menghancurkan Masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki dengan dalih renovasi, namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali.
03. Tidak puas dengan menghancurkan Masjid-Masjid, Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat kafir seperti Lurah Susan, Lurah Grace, dsb dengan kedok "lelang jabatan". Warga Lenteng Agung memprotes keras namun tidak pernah digubris. Tak hanya itu, kepala sekolah Muslim di DKI juga banyak yang diganti dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah Kristen sekarang.
04. Merasa didukung media-media Sekuler, Ahok terus menghapus simbol-simbol Islam. Melalui Kadisdik DKI yang kafir, Lasro Masbrun, dia mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap Jum’at dengan baju Betawi. Padahal sebenarnya baju Betawi bisa di hari lain, seperti aturan di sekolah-sekolah Bandung, yaitu Rabu untuk baju daerah (Sunda), sedangkan Jum’at tetap dengan busana Muslim.
05. Setelah sukses menghancurkan Masjid dan menghilangkan simbol-simbol Islam di DKI Jakarta, Ahok juga membatasi kegiatan syiar Islam seperti malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru yang dipimpin Ahok jauh lebih parah macetnya dengan menutup jalan-jalan protokol Jakarta.
06. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya adalah munafik, termasuk Muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.
07. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta jadi tuan rumah final kontes umbar aurat itu.
08. Tak kalah parahnya adalah, Ahok mendukung wacana penghapusan kolom agama di KTP.
09. Ahok juga mengeluarkan pernyataan, "Boleh minum Bir, asal jangan mabok". Tak cuma dukung Miss World, Ahok juga dukung penuh konser maksiat Lady Gaga.
10. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci. Dia bilang, "Ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi".
11. Pada Lebaran yang lalu, situasi yang adem tiba-tiba menjadi panas kembali dengan wacana Ahok untuk menghapuskan cuti bersama saat Lebaran. Apa dia tidak izinkan umat Islam berlebaran dan silaturahmi? Kenapa pula tidak dicontohkan melalui pencabutan cuti bersama Natal atau tahun baru? Mengapa hanya dan harus Lebaran yang dibidik?
12. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.
13. Ada yang bilang, "Tidak apa-apa pemimpin kafir, asal tak korupsi". Ternyata Ahok diduga kuat terlibat korupsi pengadaan bus TransJakarta sebesar 1,6 triliun. Koruptor-koruptor BLBI juga kebanyakan 'sejenis' dengan Ahok, yaitu konglomerat-konglomerat dari warga/golongan 'keturunan'.
14. AHOK LARANG TABLIGH AKBAR, lagi-lagi dg alasan bikin macet. Padahal perayaan tahun baru yang Ahok buat lebih parah bikin macet dengan menutup sejumlah jalan protokol [Baca: Awas! Ahok & MUI DKI Jakarta akan Larang Tabligh Akbar di Jalan Raya]
15. Kasus terbaru, Ahok mengeluarkan aturan larangan menyembelih hewan kurban di sekolah negeri dan masjid. Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung. Dalihnya demi kebersihan kota. Aturan pelarangan ini tertuang dalam instruksi Gubernur 67 tahun 2014. Penandatanganan
dilakukan ketika menjadi Plt Gubernur. Padahal umat Islam berqurban HANYA setahun sekali! Kalau Ahok berdalih ingin jadi duta kebersihan lebih baik dia bersihkan itu WC-WC umum, pasar-pasar tradisional, terminal-terminal bus, stasiun-stasiun kereta api yang nyaris setiap hari kotor.
Pada akhirnya Idul Adha telah berlalu dan terbukti seluruh warga DKI TIDAK ADA yang mematuhi perintah Ahok, mereka semua dengan tenang berjualan hewan kurban di segala tempat umum dengan tenang dan nyaman, bahkan lebih semarak dari tahun lalu. Sebagai bukti perintah Ahok untuk mengganggu tradisi umat Islam berjualan hewan kurban tidak digubris oleh para bawahannya (Satpol PP) apalagi oleh warga DKI, Ahok bagai ngomong sama angin, tidak ada yang pedulikan...
sumber : piyunganonline
Senin, 25 Februari 2013
BENARKAH NEGARA KITA NEGARA SEKULAR?
| BENARKAH NEGARA KITA NEGARA SEKULAR? |
Sebagai renungan...
1. Pengenalan
a. Sekular atau dalam Bahasa Arabnya disebut sebagai ‘ilmaniah, adalah satu gerakan yang muncul disebabkan ketidak puasan hati manusia dengan Kristian. Masyarakat yang hidup di bawah pemerintahan Kristian sebelum kelahiran Baginda SAW, dalam keadaan merana, ditekan, dan dinafikan hak. Gereja berkuasa umpama pemerintahan yang total. Manusia tidak dibenarkan menentang isi kandungan Bible yang telah diseleweng dan sebagainya.
b. Maka, disebabkan kebencian manusia terhadap pemerintahan gereja yang ternyata tersimpang dari ajaran Nabi Isa AS, maka manusia melakukan revolusi penentangan terhadap gereja. Maka terbentuklah pemikiran Sekular, yang memisahkan di antara agama dan politik. Kemunculannya bertujuan menolak pemerintahan gereja yang telah terpesong dari naluri kemanusiaan.
c. Segalanya bermula dengan kebangkitan di Prancis, yang berlaku pada 1789 M. ( an Nadwah al Alamiah Lisy Syabab al Islami, al Mausu’ah al Muyassarah Lil Adyan Wal Mazahibi Wal Ahzab al Mu’asarah, cet. Darun Nadwah al Alamiah, jilid 2, ms 131 )
2. Sekular Dan Percanggahan Dengan Islam
a. Pemisahan agama dari urusan kenegaraan. Iaitu mendirikan kehidupan kosong dari panduan agama. Ia bercanggah dengan firman Allah SWT di dalam Surah al An’am : 162
Maksudnya : Katakanlah: “Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam. (Surah al An’am : 162)
b. Sekularisme mengakui kekuasaan yang mutlak dan hak yang mutlak adalah bagi manusia. apa yang dihalalkan oleh manusia ia adalah halal sekalipun semua agama bersepakat tentang pengharamannya. Ia bercanggah dengan firman Allah SWT di dalam Surah Yunus : 59
Maksudnya : Katakanlah (kepada kaum yang mengada-adakan sesuatu hukum) : “Sudahkah kamu nampak baik buruknya sesuatu yang diturunkan Allah untuk manfaat kamu itu sehingga dapat kamu jadikan sebahagian daripadanya haram, dan sebahagian lagi halal?” Katakanlah kepada mereka : “Adakah Allah izinkan bagi kamu berbuat demikian, atau kamu hanya mengada-adakan secara dusta terhadap Allah?” (Surah Yunus : 59)
c. Dasar rasmi dalam perundangan ialah penggubalan perundangan, dalam menentukan suatu hukum dan membelakangkan asas-asas syariat Islam. Ia bercanggah dengan firman Allah SWT di dalam Surah al Ma’idah : 50
Maksudnya : Sesudah itu, patutkah mereka berkehendak lagi kepada hukum-hukum Jahiliyah? Padahal - kepada orang-orang yang penuh keyakinan - tidak sesiapa yang boleh membuat hukum yang lebih baik daripada Allah. (Surah al Maidah : 50)
d. Kanun Keseksaan dalam Islam (Hudud dan Qisas) ditinggalkan sama sekali. Ia bercanggah dengan Islam berdasarkan Surah al Ma’idah : 44
Maksudnya : dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir (Surah al Ma’idah : 44)
e. Hakim-hakim di mahkamah tidak mempunyai sebarang kuasa melainkan sekadar melaksanakan undang-undang yang digubal. Sekiranya mereka menjalankan hukuman yang berbeza dengan undang-undang tersebut, secara automatik ia terbatal. Ini bercanggah dengan kekuasaan “hakim yang diiktiraf oleh Islam” berdasarkan Surah al Nisa : 135.
Maksudnya : Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang sentiasa menegakkan keadilan, lagi menjadi saksi (yang menerangkan kebenaran) kerana Allah, sekalipun terhadap diri kamu sendiri, atau ibu-bapa dan kaum kerabat kamu. Kalaulah orang (yang didakwa) itu kaya atau miskin (maka janganlah kamu terhalang daripada menjadi saksi yang memperkatakan kebenaran disebabkan kamu bertimbang rasa), kerana Allah lebih bertimbang rasa kepada keduanya. Oleh itu janganlah kamu turutkan hawa nafsu supaya kamu tidak menyeleweng dari keadilan. Dan jika kamu memutar-balikkan keterangan ataupun enggan (daripada menjadi saksi), maka sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan. (Surah an Nisa : 135)
3. Kesimpulan Tentang Fahaman Sekularisme
a. Memisahkan Islam dengan politik. Mereka mendakwa politik itu kotor sedangkan Islam itu bersih. Ini jelas bertentangan dengan kesempurnaan Islam yang merangkumi semua aspek.
b. Menghalang perlaksanaan hukum-hukum perundangan Islam dan cara hidup Islam sepenuhnya. Mereka menyatakan ia tidak sesuai pada masa kini. Sebaliknya mereka menghadkan agama dengan urusan ritual dan menjaga diri masing-masing.
c. Melemparkan fitnah pada Islam bertujuan mengeliru dan menakutkan masyarakat yang cuba mendekati Islam. Contohnya penghinaan terhadap hudud dengan mengatakannya sebagai undang-undang kejam.
d. Menggalakkan cara hidup yang bercanggah dengan Islam. Contohnya mendedahkan aurat, hidup bebas dan menganjurkan majlis keramaian yang bercanggah dengan kepentingan akhlak. Perkara ini jelas bertentangan dengan Islam yang memelihara manusia daripada liar.
e. Menyalah tafsir mengenai Islam. Mereka menyifatkan perkara-perkara yang tidak baik apabila dilakukan secara terbuka menjadi baik. Mereka menganggap gerakan Kamal Ataturk di Turki dan lain-lain sebagai pembaharuan dan membawa kebaikan.
f. Menghidupkan semula amalan-amalan Jahiliah dan berusaha melupakan sejarah Islam. Antaranya seperti semangat kebangsaan sehingga sanggup menolak Islam atas dasar kebangsaan. Inilah yang dinamakan sebagai nasionalisme.
g. Menyalurkan fahaman sekular melalui pendidikan, pelajaran dan penyebaran media. Perkara ini sudah dapat dilihat di sekeliling anda. Contohnya di dalam rancangan televisyen, yang mencampuradukkan di antara kebenaran, dan kebanyakkan diisi dengan sesuatu yang merosakkan akhlak dan nilai kemanusiaan.
h. Menyebarkan ideologi-ideologi bukan Islam ke dalam masyarakat Islam. Maka, Islam akan dilihat sebagai satu perkara yang asing, dan dianggap pelik. Bahkan pemerintahan Negara Islam dilihat sebagai satu bencana yang perlu ditakuti. Inilah cernaan golongan sekular.
Terjawabkah persoalan kita? Negara kita Negara Sekular?
Public Secret - Allahu'alam... Wassalam.
Langganan:
Postingan (Atom)



