Lifestyle

Informasi:

Ini merupakan blog yang berisi artikel tentang memajukan Islam, mari bersatu, hindari perpecahan, Jadikan Islam sebagai Penguasa dunia dalam bisnis, pemerintahan dan semua sendi kehidupan

Tampilkan postingan dengan label CERITA INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

ANDA BANGGA JIKA BALITA ANDA HAPAL LAGU, ANGKA, HURUF, DLL ??? NAMUN ANDA PASTI AKAN LEBIH BANGGA JIKA KECERDASAN ANAK ANDA SEPERTI INI

ANDA BANGGA JIKA BALITA ANDA HAPAL LAGU, ANGKA, HURUF, DLL ??? NAMUN ANDA PASTI AKAN LEBIH BANGGA JIKA KECERDASAN ANAK ANDA SEPERTI INI

Seorang anak perempuan berusia tiga tahun telah membuat takjub warga Nigeria setelah dirinya berhasil menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan, dan menjadi salah satu Muslim termuda di dunia yang bisa menghafal Al-Quran 30 juz.

“Jujur, saya tidak bisa mengatakan apa-apa tapi saya sangat bersyukur kepada Allah atas hal ini,” kata Sayyada Maimunatu Syaikh Dahiru, ibu gadis itu, kepada surat kabar Sunday TribuneAhad kemarin (10/2/2013).

“Ini memang berkat dari Allah. Saya bersyukur kepada Allah atas hal ini.”

Putrinya, Rukkayatu Fatahu Umar, telah menyelesaikan menghafal 30 juz Alquran pada usia tiga tahun delapan bulan.

Bocah perempuan Muslim ini mulai menghafal Al-Quran di sebuah sekolah Islam yang didirikan oleh seorang ulama bernama Syaikh Dahiru Usman Bauchi.

“Kami menggunakan ruang tamu besar, yang dibagi ke dalam beberapa kelas untuk belajar Al-Qur’an,” kata Maimunatu, yang mengajar di sekolah tersebut

“Saat itu, saya selalu menggendongnya di punggung saat saya mengajar. Dari sana, ia mulai membaca bersama dengan siswa lain dan tak lama, ia mulai bisa menghafal beberapa ayat.

“Dan itulah awal bagaimana dia mulai menghadiri kelas menghafal. Saat ini, ia telah menyelesaikan menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan,” kata ibunya dengan bangga.

Pergi ke sekolah antara pukul 6 atau 7 pagi setiap hari, gadis muda Rukkayatu Fatahu Umar hanya memiliki sedikit waktu untuk bermain dengan teman-temannya.

“Bukan berarti dia tidak bermain dengan teman-temannya sama sekali. Dia tetap melakukannya, terutama dengan mereka yang menghafal Al-Qur’an seperti dia,” kata Maimunatu.

“Hal ini membuat lebih mudah bagi mereka, pada saat fokus dan perhatian diarahkan untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menghafal Al-Qur’an.”

Rukkayatu Fatahu Umar sendiri tidak percaya dia telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an karena usianya masih sangat muda.

“Saya bersyukur kepada Allah,” ujarnya.

Rukkayatu saat ini sedang mempersiapkan diri untuk segera masuk ke sekolah, melanggar tradisi keluarga yang hanya boleh menyekolahkan anak perempuan untuk belajar pada usia sepuluh tahun.

“Suami saya bagaimanapun, mengatakan bahwa dunia sudah berubah sekarang, dan ada peradaban baru di seluruh tempat,” kata sang ibu, yang dirinya hafal Qur’an secara keseluruhan pada usia 12 tahun.

Semoga Bermanfaat ....
Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya ALlah ya Rabbal’alamin …

Selasa, 29 Januari 2013

Kisah Malaikat dan Seorang Pengusaha

 
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."

Dengan lembut si Malaikat berkata, "aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanm u, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua - itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."

Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

"Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan.

"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu."

***

Sahabatku, cerita ini hanyalah sebuah gambaran agar kita lebih instropeksi diri. Saya membayangkan ketika diri saya mati nanti, apakah orang disekeliling saya akan kehilangan, atau sebaliknya mereka mengabaikan atas kematian saya, atau yang paling parah apakah mereka bersyukur malah?

Ah.. mumpung kita masih diberi umur, lakukanlah yang terbaik untuk orang2 disekitar kita, kaena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Dan satu lagi, janganlah Kita meremehkan sedekah, sesuai cerita diatas, justru sedekahnya yang menyelamatkan pengusaha tersebut...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Minggu, 30 Desember 2012

MANISNYA PENGORBANAN & MANISNYA IMAN

 
Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitabnya.

Al-Muwatha' juga dalam Sunan Imam al Nasa'i, Rasulullah SAW bersabda : "Ada beberapa hal yang jika terdapat pada diri seseorang maka orang itu akan menemukan kelezatan iman.

~"man kana Allahu warasuluhu ahabba ilaihi mimma siwahuma",
Yaitu pada saat orang merasakan bahwa mencintai Allah dan RasulNya melebihi cintanya kepada selain keduanya,
Maka orang ini akan menemukan manisnya iman.

Alkisah;

Ada seorang sahabat perempuan yang bernama Ummu Syuraiq.
Pada waktu perang Uhud, Ummu Syuraiq ini ditinggal pergi oleh suaminya, ketiga anaknya, dan adiknya untuk berJihad dimedan perang Uhud bersama pasukan Nabi Muhammad saw.

Rupanya ia selalu mencuri berita dari mulut ke mulut tentang berlangsungnya perang Uhud. Dia mendapat kabar bahwa diperang Uhud ini banyak umat Islam yang menjadi Syuhada. Sewaktu sahabat2 pulang dari medan perang, Ummu Syuraiq mencegat mereka diluar kota Madinah. Tapi anehnya dia tidak menayakan bagaimana keadaan suami, anak dan adiknya yang turut berperang.

Sebaliknya, kepada sahabat yang ia temui, Pertama yang ditanyakan adalah Keadaan Rasulullah saw, sahabat yang ditanya itu menjawab bahwa keadaan Rasulullah baik dan selamat.
Namun dia belum percaya karena Rasulullah belum kembali kekota Madinah.

Dia bertanya lagi kepada Rombongan yang baru datang :

"Apakah Rasulullah dalam keadaan selamat ?"

Jawaban sahabat yang ditanya itu juga tidak memuaskan keingintahuannya mengenai keadaan Rasulullah yang sebenarnya.
Beberapa kali Rombongan datang Ummu Syuraiq selalu menanyakan perihal Rasulullah.

Salah seorang dari Rombongan itu menjawab : "Rasulullah dalam keadaan baik."

Hanya saja saya mohon maaf hendak menyampaikan berita yang mungkin mengejutkan hatimu wahai Ummu Syuraiq.
Adikmu gugur sebagai Syuhada, kedua anakmu luka parah, sedangkan suamimu juga mengalami hal yang sama, kritis.
Mereka masih dibelakang".

Tanpa disangka apa jawaban Ummu Syuraiq; "kulluma siwa Rasul shaghir," (pokoknya apapun yang terjadi, selain Rasul itu kecil."
Jawaban Ummu Syuraiq sungguh sangat mengejutkan para sahabat itu.

Nampak pada kalimat jawabannya sebuah cahaya ""CINTA RASUL"" yang mengalahkan kecintaannya kepada keluarganya sendiri.
Ummu Syuraiq merupakan contoh dari potret Cinta sejati kepada ALLAH dan RASULNYA.

Inilah penikmat manisnya iman. Hal serupa juga terjadi pada diri sahabat2 besar di lingkaran kehidupan Nabi Muhammad saw.

SUBHANALLAAH WALHAMDULILLAAH.....
so
DIMANA CAHAYA KECINTAAN KITA??....

Mengapa kebanyakan kita ini berat melakukan Ibadah??
Karena CINTANYA kepada ALLAH dan RASULNYA lebih kecil daripada cintanya pada dunia (berupa sanak-keluarga, harta benda, jabatan, etc).

Kebanyakan kita merasa berat melepaskan uang yang kita miliki untuk zakat atau amal jariyah, Misalnya, dibandingkan dengan memberikan uang kepada orang yang kita cintai. megapa??
Sebab tingkat kecintaan kita kepada orang yang kita cintai kerap kali mencampuri atau bahkan LEBIH BESAR dan mengalahkan CINTA KITA KEPADA TUHAN.

Dalam pengalaman hidup manusia, seorang yang mempunyai kekasih akan lebih gampang mengorbankan apapun demi kekasihnya DARIPADA memberikan uang untuk zakat, amal jariyah atau untuk perjuangan dijalan Allah.

Benar atau betul??

Semoga bisa buat Renungan untuk kita semua
Dan menambah kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya diatas segalanya agar kita bisa merasakan, menemukan manisnya Iman.

Sumber : Majalah Tazkiyah
Salam santun ukhuwwah fillaah

Rabu, 19 Desember 2012

FENOMENA PALING MENGHARUKAN DI PENGADILAN SAUDI

 
Di salah 1 pengadilan Qasim, berdiri Hizan al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya!! Kenapa ? Karena ia kalah terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!!

Tentang apakah perseteruannya dengan saudaranya ?? Tentang tanah kah?? atau warisan yang mereka saling perebutkan??

Bukan karena itu semua!! Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah keriput.
Seumur hidupnya, beliau tinggal dengan Hizan yang selama ini menjaganya.

Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yang tinggal di kota lain, untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada didesa.

Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. Perseteruan ini tidak berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan!!
Sidang demi sidang dilalui hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis.
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnya sudah tidak sampai 40 Kg!!

Sang Hakim bertanya kepadanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab , sambil menunjuk ke Hizan, "Ini mata kananku!" kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, "Ini mata kiriku!!
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan, berdasar kemaslahatan2 bagi si ibu!!

Betapa mulia air mata yang dikucurkan oleh Hizan!!
Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya!! Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! yang diperebutkan oleh anak2nya hingga seperti ini,,!!

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak2nya!!

Ini adalah pelajaran mahal tentang berbakti, tatkala durhaka sudah menjadi budaya,,

"Ya ALLAH, Tuhan kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!" Aaamiiinn!!!

by: Ali Hasan Bawazer

Jumat, 23 November 2012

Mengenal Islam Dari Taliban

 
Gimana rasanya jika ditawan atau ditangkap musuh? Mungkin susah untuk membayangkan nasib anda akan berakhir pada sebuah kebahagiaan. Apalagi, jika menghadapi tuduhan sebagai mata-mata, penyusup, dan lain sebagainya. Namun, tidak demikian dengan apa yang dirasakan Yvonne Ridley, wartawati Inggris. Perempuan paruh baya ini justru mengaku bahagia set
elah ditangkap dan diinterogasi pasukan Taliban yang oleh media masa Amerika Serikat, digambarkan sebagai kelompok Islam garis keras dan kejam.

Ridley yang bekerja sebagai wartawan Sunday Express , surat kabar terbitan Inggris, pada September 2001 lalu diselundupkan dari Pakistan ke perbatasan Afghanistan untuk melakukan tugas jurnalistik. Saat itu, perempuan kelahiran tahun 1959 di Stanley, Inggris, ini mencoba menyusup ke Afghanistan secara ilegal, tanpa paspor maupun visa.

Ridley yang kerap ditugaskan ke daerah-daerah konflik di dunia ini, tertangkap basah di sebelah timur Kota Jalalabad. Penyamarannya terungkap ketika ia jatuh dari seekor keledai persis di depan seorang tentara Taliban dan kameranya jatuh. Saat ditangkap, Ridley tengah mengenakan burqa , sejenis busana Muslimah tradisional Afganistan.

Saat ditangkap, ketakutan mulai merayapi Ridley. Ia mulai diinterogasi selama 10 hari tanpa diperbolehkan menggunakan telepon ataupun menghubungi anak perempuannya yang sedang berulang tahun ke-9.

Selama menjalani proses interogasi, Ridley mengaku tidak menyetujui apa yang dilakukan oleh kaum Taliban ataupun apa yang mereka percayai sebagai ‘kebenaran’. Awalnya, bagi Ridley, Taliban sama seperti yang digambarkan media massa Eropa maupun Amerika bahwa kelompok Islam ini disebut sebagai teroris.

Namun, perlakuan yang diterima Ridley selama menjalani masa penahanan dan interogasi justru mengubah semua pandangannya mengenai orang-orang Taliban. Menurutnya, anggapan umum kaum Taliban yang selama ini digambarkan sebagai monster sangat jauh dari realitas. Ridley menilai bahwa orang-orang Taliban adalah orang-orang yang baik dan mereka sangat ramah. Pengalaman saat ditangkap pasukan Taliban, justru membuatnya mengenal Islam lebih dalam. Dengan bersentuhan langsung dengan kelompok Taliban, Ridley merasakan suatu keganjilan terhadap apa yang di tuduhkan media masa terhadap Taliban. Ridley menyebut kelompok yang oleh banyak negara dicap sebagai teroris ini sebagai keluarga terbesar dan terbaik di dunia.

Dalam jumpa pers yang digelar di Peshwar seusai pembebasannya, Ridley menuturkan bahwa selama dirinya ditahan, secara fisik ia tak pernah diperlakukan dengan buruk oleh Taliban. Bahkan, perlakuan yang diterimanya tergolong cukup istimewa.

Di dalam tahanan, Ridley dipisahkan dengan penghuni lainnya, termasuk para tahanan wanita. Selain itu, secara khusus, ruang tahanannya telah dibersihkan dari segala gangguan kecoa dan kalajengking.

Atas pengakuan Ridley ini, banyak pihak yang mengatakan ibu dari seorang putri bernama Daisy ini terkena Sindrom Stockholm , di mana sandera malah kemudian memihak penyandera. Tetapi Ridley membantahnya.

Dalam sebuah wawancara kepada situs Islamonline, Ridley mengungkapkan saat menjadi tawanan Taliban, seorang ulama mendatangi dirinya. Sang ulama menanyakan beberapa pertanyaan tentang agama dan menanyakan apakah ia mau pindah agama.

Saat itu, Ridley takut salah memberikan respons, ia takut dibunuh. Setelah berpikir masak-masak, Ridley berterima kasih pada ulama tadi atas tawarannya yang baik itu. Akhirnya dia mengatakan kepada ulama tadi bahwa sulit baginya membuat keputusan untuk mengubah hidupnya saat sedang menjadi tawanan. Kepada sang ulama, Ridley berjanji akan mempelajari agama Islam setelah dibebaskan dan kembali ke London.

Dengan pernyataan tersebut, akhirnya Ridley dibebaskan.

Begitu kembali ke Inggris, Ridley membaca Alquran melalui terjemahannya. Ia mencoba memahami pengalaman yang baru dilewatinya.

Setelah membaca Al-Qur’an, hatinya luluh dan takjub. Ia benar-benar takjub karena Tak ada satu pun yang berubah dari isi Al-Qur’an ini, baik titik-titinya maupun yang lainnya sejak 1.400 tahun yang lalu.

Ketika mempelajari Islam, Ridley sangat mengagumi hak-hak yang diberikan Islam pada kaum perempuan dan inilah yang paling membuat dirinya tertarik pada Islam. Dalam buku yang ia tulis setelah pembebasannya, Ridley menceritakan bahwa dirinya juga sempat menemui Dr Zaki Badawi, ketua Islamic Centre London, dan berdiskusi dengannya seputar ajaran Islam.

Dari sinilah Ridley memutuskan untuk memilih Islam sebagai keyakinan barunya. Proses keislaman Ridley ini terjadi pada tahun 2003 silam. Mengenai pilihannya ini, Ridley mengungkapkan bahwa dirinya telah bergabung dengan apa yang ia anggap sebagai keluarga terbesar dan terbaik yang ada di dunia ini (Taliban).

Mengingat orang tua Ridley yang beragama Protestan Anglikan, awalnya keluarga juga teman-temannya khawatir dengan keyakinan barunya. Namun melihat kebahagiaan Ridley setelah masuk Islam, keluarga dan teman-temannya pun dapat menerima dia. Terlebih lagi ibu Ridley yang sangat bahagia karena setelah masuk Islam, Ridley meninggalkan kebiasaan lamanya yaitu meminum minuman keras.

Setelah memeluk Islam, Ridley juga memutuskan untuk mengenakan baju Muslim dan jilbab dan masih menjalankan profesinya sebagai seorang wartawan. Dedikasi Ridley sebagai wartawan memang tak diragukan lagi. Ia ini pernah bekerja pada sederet media bergengsi, seperti News of the World, The Daily Mirror, The Sunday Times, The Observer, The Independent, dan Sunday Express.

Redaktur Sunday Express , Martin Townsend, pernah mengungkapkan komentarnya mengenai Ridley, mengatakan bahwa Ridley adalah seorang jurnalis yang sangat berpengalaman dan berani. Selain itu, Colin Patterson, wakil redaktur dari Sunday Sun, menyebut Ridley sebagai pribadi yang hangat dan bersahabat.

Pasca tragedi Lockerbie sembilan tahun lalu, Ridley adalah wartawan pertama yang berhasil mewawancarai Ahmad Jibril, pemimpin populer Front for the Liberation of Palestina (Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina)

( Sumber )

http://yvonneridley.org/
http://en.wikipedia.org/wiki/Yvonne_Ridley
http://www.youtube.com/watch?v=fFElrB2g7uE&feature=related

Senin, 12 November 2012

Kisah Yusuf Mansur Dari Gaji 50 ribu Sebulan

Ustad Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan. Ustad Yusuf adalah buah cinta dari pernikahan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah.Ustad Yusuf sangat dimanja oleh orangtuanya. Tak ada permintaannya yang tak dikabulkan oleh orangtuanya. Kala muda Ustad Yusuf gemar balapan motor. Ia lebih suka balapan dari pada kuliah. Ustad Yusuf yang kuliah di jurusan Informatika berhenti di tengah jalan. “Saya ini DO (droop Out),” cerita Ustad Yusuf. Pada tahun 1996 Yusuf terjun dibisnis Informatika. Sayang bisnisnya ini tak mendatangkan untung. Bahkan malah menyebabkan dirinya terlilit utang yang jumlahnya miliaran.

Gara-gara terlilit utang juga Ustad Yusuf harus merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Lepas bebas Yusuf kembali mencoba berbisnis kembali, tapi kembali gagal dan terlilit utang kembali. Cara hidup yang keliru membawa Ustad Yusuf kembali masuk bui pada 1998. “Saat itu saya lupa dan jauh dari Allah. Dampak dari itu luar biasa,” ucap Ustad Yusuf. Di penjara yang kedua Yusuf mendekam di bui selama 14 hari. Hari-hari Yusuf terasa berat di dalam penjara. Satu hari di dalam penjara, Ustad Yusuf merasakan rasa lapar yang amat sangat. Maklum seharian belum makan, jatah makanan tidak ada. Di dekat tempat duduknya, Ustad Yusuf melihat sepotong roti. Ketika roti akan masuk ke mulutnya, ia melihat segerombolan semut yang tengah mencari makan. “Entah apa yang saya pikirkan saat itu. Yang pasti, saya membagi roti itu menjadi dua bagian, untuk semut-semut dan untuk saya sendiri sambil berharap mereka akan mendoakan saya agar segera mendapatkan makanan. Ajaib! Lima menit setelah itu saya dapat nasi bungkus Padang,” tutur Ustad Yusuf. Petunjuk itu yang membuat hidup Ustad Yusuf berubah. “Saya yang narapidana bisa mendapatkan manfaat dari berbagi roti dengan semut, apalagi yang sedang bebas di luar,” tandas pria yang menghabiskan masa kecilnya di madrasah ini. Hal ini yang menginspirasi Ustad Yusuf untuk menyampaikan materi sedekah di setiap tausiah.

Pengalaman di penjara juga yang menginspirasi Ustad Yusuf untuk menulis buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku itu terinspirasi kala Ustad Yusuf sangat rindu dengan orangtuanya. “Secara fisik, tembok penjara memang memisahkan saya dan orangtua. Tapi hati kami tidak terpisahkan. Akhirnya saya memejamkan mata dan mengosongkan pikiran. Saya bawa hati saya untuk bertemu dengan ibu dan saudara-saudara saya. Ajaib itu mampu mengobati rindu saya pada orangtua,” kenang ustad Yusuf.

Ustad Yusuf bahagia sekali kala kerabatnya menjemput dirinya dipenjara. Tapi baru keluar dari penjara, ia kembali berutang. Pasalnya mobil yang digunakan untuk menjempt Ustad Yusuf belum dibayar alias hutang. Lepas penjara Ustad Yusuf mencoba meminta uang pada orangtuanya sebesar 20 juta untuk modal usaha. Tapi kala itu orangtuanya tidak ada, yang ada hanya kerabatnya. Oleh kerabatnya, Ustad Yusuf diberi uang sebesar 20 ribu: 3 ribu untuk o­ngkos, 3 ribu untuk makan, dan sisanya dibuat modal untuk jual es plastik. Ustad Yusuf pernah jualan es di terminal Kali Deres. Hari pertama jualan, esnya hanya terjual 5 buah. Ustad Yusuf bingung dengan masa depannya. Ustad Yusuf terinspirasi kala mengaji dengan gurunya. Gurunya mengajar Ustad Yusuf untuk sedekah. Esoknya 5 butir esnya ia sedekah ‘kan pada anak-anak. “Usai sedekah, es saya tak kunjung laku. Saya jalan keliling terminal, tapi tidak ada yang beli. Lantas saya letakkan termos es di dekat masjid, sedang saya sholat dan berdoa. Ajaib, begitu selesai sholat es saya habis,” Ustad Yusuf kembali menceritakan betapa besarnya kekuatan sedekah.

Bisnis es Yusuf berkembang, tak lagi berjualan pake termos, tapi pakai gerobak. Ia juga mulai punya anak buah. Kabar Ustad Yusuf berjualan es sampai di telinga orangtuanya yang lantas mengutus pembantunya untuk mencari kebenarannya. Hasil utusan orangtua Ustad Yusuf tak bertemu. Ustad Yusuf tak lagi berjualan di Kali Deres lagi. “Utusan ibu saya bilang, pada ibu saya kalau saya tidak mungkin jualan es karena sebelumnya saya sudah terbiasa hidup enak,” katanya. Hidup Ustad Yusuf mulai berubah kala ia berkenalan dengan polisi. Polisi itu memperkenalkan ia dengan LSM. “Saat itu gaji saya cuma 50 ribu sebulan. Tapi senangnya saya kembali akrab dengan dunia komputer,” ucapnya. Selama kerja di LSM, Ustad Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa. Ustad Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut.

“Cara saya membedah buku saya dengan bertutur. Ternyata cara ini banyak disukai orang. Dari sini saya sering diundang ceramah,” tutur Ustad Yusuf mengisahkan, pengalamannya meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustad Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.

Lewat materi sedekah, Ustad Yusuf pada pekan lalu berhasil mengumpulkan uang lebih dari 60 juta saat mengadakan tausiah di Bali. “Kalau saya tidak bisa sedekah sebesar itu. Yang saya bisa menggerakkan orang untuk bersedekah,” ucap Ustad Yusuf merendah. Ustad Yusuf menjelaskan, banyak manfaat dari mengajak orang untuk bersedekah. Apalagi ditambah dengan ajakan lain semisal Dhuha, Tahajud, dan amal shaleh lainnya,

Bahkan untuk mengejar hutangnya yang segunung alias milyaran dengan penghasilan yang ngepas itulah Ustadz Yusuf Mansur mulai mengajar diterminal kali deres, mengajarkan sedekah, dengan mengajak orang mempraktekan sedekah maka pahalanya sama dengan jumlah nilai sedekah yang dikumpulkan, nilai pahala yang kekumpul akhirnya dengan izin Allah SWT hutangnya terlunasi dan penghidupannya yang menanjak.

Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (HR Muslim)

Karier Ustad Yusuf makin mengkilap setelah bertemu denganYusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record. Kerja samanya dengan Yusuf Ibrahim, Ustad Yusuf menelurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga Sakinah yang baru saja di lepas ke pasar.

Lewat tausiah, Ustad Yusuf berharap, bisa menutup semua dosa yang pernah ia perbuat. “Dosa saya ini banyak sekali, terutama pada orangtua saya. Saya ini pernah menjual tanahnya tanpa sepengetahuan beliau. Dengan tausiah saya berharap dosa saya makin lama makin hilang. Inilah yang bisa saya lakukan untuk Allah,” ucap Ustad Yusuf. Ternyata petunjuk Allah bisa datang dari mana saja dengan cara yang sama sekali tidak kita sadari. Seperti yang dialami Ustad Yusuf yang disadarkan oleh Allah melalui semut. Namun tidak semua orang mau mengambil hikmah dan pelajaran yang sedemikian banyak. Dan tidak semua mereka mau menjadikan Quran dan Sunnah sebagai pedoman kehidupannya.

Minggu, 11 Maret 2012

Hanya Satu Meter Lagi Dari Tambang Emas


Oleh: Napoleon Hill
Pengusaha Muslim - Salah satu penyebab kegagalan yang paling umum adalah berhenti ketika kita menghadapi sebuah kekalahan sementara dan banyak orang sering melakukan kesalahan ini.
Ketika masa perburuan emas dimulai, seorang paman teman saya R.U. Darby terkena “demam emas” dan dia pergi ke barat menuju Colorado untuk mencari emas dengan impian besar untuk menjadi orang yang kaya raya (dia tak pernah mendengar bahwa lebih banyak emas yang telah digali dari pemikiran orang-orang daripada yang telah digali dari bumi). Dia telah bertekad bulat untuk mencari emas dan setiap hari pergi bekerja dengan cangkul dan sekop untuk mencari emas yang dicarinya.
Setelah berminggu-minggu bekerja keras, dia menemukan bijih emas yang berkilauan itu. tetapi, dia memerlukan peralatan untuk mengangkat bijih emas itu ke permukaan. Diam-diam dia menutup tambang emas yang telah ditemukannya dan kembali ke rumahnya di Williamsburg, Maryland. Dia memberi tahu beberapa kerabat dekat dan tetangganya mengenai penemuannya. Setelah berunding, akhirnya mereka segera mengumpulkan uang dan berencana untuk membeli peralatan menambang emas dan mengirim hasil tambang emas mereka ke pabrik. R. U. Darby memutuskan untuk bergabung dengan pamannya, dan mereka kembali untuk menggarap tambang emas itu.
Gerobak pertama bijih emas tersebut berhasil digali dan dikapalkan ke sebuah pabrik peleburan logam. Hasilnya ternyata sangat menggembirakan. Hasil ini membuktikan bahwa mereka memiliki salah satu tambang emas paling kaya di Colorado. Dengan beberapa gerobak lagi mereka akan bisa melunasi utang-utang mereka. Kemudian mereka akan meneguk keuntungan sebesar-besarnya.
Semakin dalam penggalian mereka, semakin tinggi harapan Darby dan sang Paman. Kemudian terjadi sesuatu diluar dugaan mereka semua. Urat bijih emas itu menghilang! Mereka telah sampai di ujung pelangi, dan guci emas tak ada lagi di sana. Mereka terus menggali, dengan putus asa mencoba mencari urat bijih emas itu lagi – tetapi sia-sia. Berhari-hari mereka menggali dan menggali. Tetapi tampaknya memang urat bijih emas itu tidak ada lagi.
Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti.
Dengan putus asa dan wajah penuh kekecewaan, mereka menjual peralatan mereka ke seorang pedagang loak dengan harga yang sangat murah dan kembali ke kota asal. Kemudian, ketika para penambang emas sudah pergi dan menutup tambangnya, si pedagang loak memanggil seorang insinyur pertambangan untuk memeriksa tambang emas itu dan membuat perhitungan. Hasil pemeriksaan Insinyur itu menyatakan bahwa proyek tersebut gagal karena para pemiliknya tidak terlalu paham dengan ilmu bumi khususnya mengenai urat emas. Perhitungannya menunjukkan bahwa urat biji emas akan ditemukan hanya satu meter dari tempat kedua Darby itu berhenti menggali. Ketika penggalian dilanjutkan… memang disitulah emas yang disangka sudah menghilang itu berada! Si pedagang loak meraih jutaan dolar dari bijih di tambang tersebut karena dia tahu untuk bertanya kepada yang lebih ahli dibidangnya.
Lama setelah perisitiwa itu, Mr. Darby berkali-kali mencari uang untuk menutup kerugian akibat proyek tambang emasnya. Setelah mencoba berkali-kali akhirnya ia menemukan ‘tambang emas baru’ yang merupakan bisnis penjualan asuransi jiwa.
Tanpa pernah melupakan bahwa dia telah kehilangan keuntungan yang sangat besar karena berhenti satu meter dari emas itu, Darby memanfaatkan pengalaman itu dalam bidang baru yang ditekuninya. Dalam hati dia berkata, “Saya pernah berhenti satu meter dari emas, tapi saya takkan pernah berhenti karena ditolak orang-orang ketika saya meminta mereka membeli asuransi.”
Darby menjadi satu dari sekelompok kecil orang yang berhasil menjual asuransi jiwa lebih dari satu juta dolar setiap tahun. Kegigihannya berguru pada pelajaran yang didapatkannya dari bisnis tambang emas.
Sebelum kesuksesan menghampiri kehidupan seseorang, orang itu sudah pasti akan menemui banyak kekalahan sementara, dan, barangkali, kegagalan. Ketika seseorang merasa kalah, yang paling gampang dan paling logis untuk dia lakukan adalah berhenti. Itulah yang akan dilakukan sebagian besar orang.
Lebih dari lima ratus orang paling sukses yang terkenal di negara ini memberi tahu saya kesuksesan terbesar mereka justru datang setelah mereka merasakan kekalahan. Kegagalan adalah seorang penipu dengan ironi dan kelicikan yang kuat. Kegagalan sangat gembira bisa menjegal Anda persis ketika kesuksesan hampir Anda raih.
Referensi: The New Think & Grow Rich, Napoleon Hill
Sumber: QuickStart

Senin, 16 Januari 2012

Hadiah Cinta | Kisah Inspiratif Untuk Remaja

Cerita inspirasi untuk Remaja: Hadiah CintaPara penumpang di bus menyaksikan dengan simpati kepada seorang wanita muda yang cantik dengan tongkat putih berjalan dengan hati-hati menaiki tangga.
Dia membayar sopir bus, lalu dengan menggunakan tangannya untuk merasakan lokasi kursi, berjalan menyusuri lorong dan menemukan kursi yang telah ditemukannya kosong.
 Kemudian dia duduk, menempatkan tas di pangkuan dan menyandarkan tongkatnya di kakinya.


Sudah setahun sejak Safiyah, tiga puluh empat tahun, menjadi buta. Karena salah diagnosa medis ia telah dianggap buta, dan dia tiba-tiba terlempar ke dunia kegelapan, kemarahan frustrasi, dan mengasihani diri sendiri.
 Setelah wanita yang sangat percaya diri, Safiyah sekarang merasa dikutuk oleh nasib mengerikan memutar untuk menjadi beban, tak berdaya tak berdaya semua orang di sekelilingnya.


"Bagaimana ini bisa terjadi padaku?" dia bertanya, hatinya mengeras karena marah. Tapi tak peduli betapa ia menangis atau gembar-gembor, dia tahu kebenaran yang menyakitkan penglihatannya tidak pernah akan kembali. Depresi mematahkan semangat Safiyah yang tadinya selalu optimis. Hanya melalui setiap hari dalam frustrasi dan kelelahan. Dan semua ia harus berpegang teguh kepada suaminya Meraj.
Meraj adalah seorang perwira Angkatan Udara dan dia mencintai Safiyah dengan semua hatinya.Ketika ia pertama kali kehilangan penglihatannya, ia melihat dirinya tenggelam dalam keputusasaan dan bertekad untuk membantu istrinya memperoleh kekuatan dan percaya diri yang dibutuhkan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Meraj yang membuatnya terlatih untuk menghadapi situasi yang sensitif, namun dia tahu ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.


Akhirnya, Safiya merasa siap untuk kembali ke pekerjaan, tapi bagaimana dia akan sampai di sana?Dia digunakan untuk naik bus, tetapi sekarang dia takut untuk berkeliling kota sendirian. Meraj menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari untuk bekerja, meskipun mereka bekerja dari ujung ke ujung kota.


Pada awalnya, ini bisa menghibur dan memenuhi kebutuhan Safiyah, Meraj untuk melindungi istrinya, yang buta  yang begitu yakin akan bisa melakukan sendiri. bagaimanapun, Meraj menyadari bahwa itu tidak berlangsung lama, karena waktunya yang tidak ada dan mahalnya biaya.
Safiya harus berani mulai naik bus sendiri, ia mengakui pada dirinya sendiri. Tetapi hanya memikirkan saja sudah membuatnya ngeri. Dia masih begitu rapuh, sangat marah. Bagaimana dia bereaksi?


Sama seperti Meraj diprediksi, Safiyah merasa ngeri mendengar gagasan untuk naik bus sendiri. "Aku buta!" dia menanggapi pahit. "Bagaimana aku bisa tahu ke mana Aku pergi? Aku merasa seperti Anda meninggalkan saya."


Jantung Meraj seperti pecah mendengar kata-kata, tapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Meraj berjanji kepada Safiya bahwa setiap pagi dan sore, ia akan diantar naik bus bersamanya, selama masih diperlukan, sampai ia bisa naik sendiri.
 Dan itulah yang terjadi. Selama dua minggu penuh, Meraj, berseragam militer, disertai Safiyah ke dan dari tempat kerja setiap hari. Meraj mengajarinya bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menentukan di mana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Meraj membantunya berteman dengan sopir bus yang bisa diwaspadai dan menyimpan kursi nya.Meraj membuatnya tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Safiyah tersandung saat keluar bis atau menjatuhkan tasnya. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama dan Meraj akan naik taksi kembali ke kantornya. Meskipun rutinitas ini bahkan lebih mahal dan melelahkan daripada yang sebelumnya, Meraj tahu itu hanya masalah waktu sebelum Safiyah akan bisa naik bus sendiri. Meraj percaya dalam dirinya, di Safiyah ia digunakan untuk mengetahui sebelum ia akan kehilangan penglihatannya, yang tidak takut tantangan apapun dan yang tidak pernah akan pernah berhenti.


Kisah cintaAkhirnya, Safiya memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu sendiri. Senin pagi tiba, dan sebelum dia pergi, dia melingkarkan lengannya di Meraj, sang pendamping, suaminya, dan temannya yang terbaiknya
. Matanya penuh dengan air mata syukur atas kesetiaannya, kesabarannya, kasih-Nya. Safiya mengatakan selamat tinggal, dan untuk kali pertama, mereka berpisah.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis ... Setiap hari pergi sendiri sempurna dan Safiyah tidak pernah merasa lebih baik. Safiya adalah melakukannya! Dia akan bekerja sendirian!
Pada Jumat pagi, Safiyah naik bis untuk bekerja seperti biasa. Ketika dia membayar ongkos nya untuk keluar bus, sopir itu berkata, "Nona, saya sangat iri padamu. "
Safiya adalah tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Setelah semua, yang di bumi yang bisa iri pada seorang wanita buta yang telah berjuang hanya untuk menemukan keberanian untuk hidup selama setahun terakhir? Penasaran, ia bertanya pada sopir, "Mengapa Anda mengatakan bahwa Anda iri padaku?"
Sopir menjawab, "Ada seseorang yang sangat baik menjaga dan melindungi  Anda."
Safiya tidak tahu apa driver itu berbicara tentang, dan bertanya lagi, "Apa maksudmu?"
Sopir menjawab, "Anda tahu, setiap pagi selama seminggu terakhir, seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut melihat Anda ketika Anda turun dari bus . Memastikan Anda menyeberang jalan dengan aman dan ia melihat Anda sampai Anda masuk ke gedung kantor Anda. Kemudian dia meniupkan ciuman, memberi hormat Anda sedikit dan berjalan pergi, Anda adalah salah satu wanita yang beruntung.. "
Air mata kebahagiaan dituangkan ke pipi Safiyah itu. Karena meskipun secara fisik dia tidak bisa melihatnya, dia selalu merasakan kehadiran Meraj itu. Safiya adalah beruntung, sangat beruntung, karena ia telah memberinya hadiah yang lebih kuat daripada penglihatan, hadiah dia tidak perlu melihat untuk percaya - Hadiah Cinta yang dapat membawa cahaya di mana telah ada kegelapan ...
Tentunya Al- Qur'an mengatakan: "Orang-orang Percaya, pria dan wanita, adalah pelindung salah satu dari yang lain: mereka melarang apa yang adil, dan melarang apa yang jahat:. Mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya Di mereka akan Allah mencurahkan rahmat-Nya: Sesungguhnya Allah Ta'ala dalam kekuasaan,Maha Bijaksana ". Taubah (9:71)Cinta dalam Islam

Sabtu, 16 Oktober 2010

CERITA KELEDAI


Suatu hari, keledai milik seorang petani terperosok ke dalam sumur. Hewan itu menangis histeris selama berjam-jam, sementara Pak Tani berusaha sebisanya mengeluarkan hewan itu dari sana. Upaya penyelamatan itu berkali-kali dilakukan namun selalu gagal. Dari dasar sumur yang dalam itu sudah tidak terdengar lagi rengekan si keledai. Baik Pak Tani maupun si keledai sama-sama terkuras tenaganya.

Dengan putus asa akhirnya, Pak Tani memutuskan untuk menutup sumur tua itu dan mengubur keledainya hidup-hidup. Dia berpikir keledainya sudah tua dan tidak produktif lagi sementara sumur itupun perlu ditimbun karena berbahaya.

Pak Tani mengajak para tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai melemparkan tanah ke dalam sumur. Menimbun keledai itu. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara para tetangga Pak Tani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu. Si keledai terus melanjutkan menguncang-guncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!

Sahabatku sekalian....dalam kehidupan nyata kita selalu tertimpa 'tanah dan kotoran' , segala macam tanah dan kotoran. Namun cara untuk keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, penderitaan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk kita melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!

Sahabat coba kembali lihat Al Qur`an, ketika maslah datang bertubi-tubi, ada satu kiat yg Allah janjikan agar bisa keluar dari sumur masalah yaitu TAQWA, Sebagai pengingat

....Barang siapa yang bertaqwa pada Allah, Allah beri jalan keluar dari kesusahan dan akan diberi rezeki dari arah yang tidak terduga-duga”.
(QS At Talaq 2 – 3)

.....Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan mempermudah segala urusannya“
(QS At-Talaq 4)

Siapapun anda dari latar belakang agama manapun marilah kita meraih predikat TAQWA.

Sumber: dari notesnya Ust Aidil Heryana

Advertisements!

Copyright @ 2013 DUNIA ISLAM | ARTIKEL MOTIVASI | ARTIKEL ISLAMI. Designed by Templateism | Love for The Globe Press