Lifestyle

Informasi:

Ini merupakan blog yang berisi artikel tentang memajukan Islam, mari bersatu, hindari perpecahan, Jadikan Islam sebagai Penguasa dunia dalam bisnis, pemerintahan dan semua sendi kehidupan

Tampilkan postingan dengan label PERAN ISTRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERAN ISTRI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

Suamiku, Jangan Ajari Aku Menjadi Pencuri ...

 
Kedamaian keluarga, adalah salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Hal ini akan terjadi, salah satunya ketika sang suami yang bertindak sebagai pemimpin pandai menempatkan dirinya sebagai seorang pemimpin dan bukan sebagai diktator bagi ` rakyatnya ` dirumah. Sang suami sebagai ujung tombak pencarian nafkah bagi keberlangsungan kehidupan istri dan anak- anaknya tentu saja memegang peranan yang sangat fital. dan tidak kalah pentingnya dari semua itu adalah, cara suami menyikapi pemberian rezeki tersebut untuk keluarganya.

Kedermawanan suami dalam kelegaan atau kesempitan rezeki yang dikaruniakan Allah, tentunya akan menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga.Ketika dalam kelimpahan dia dengan rela hati membagikannya kepada anak- anaknya dan lebih merasa bahagia saat mereka bahagia, adalah sebuah sikap yang sangat melegakan tentunya bagi semua anggota keluarga.

Namun sebaliknya, ketika dalam kelimpahan dia hanya bersahabat dengan ego dan keinginannya sendiri serta mengabaikan kebutuhan keluarganya, maka hal ini tentu saja akan membawa seluruh keluarga kepada keadaan yang menyedihkan. Bayangkan saja ketika seorang istri harus rela menjadi pencuri dirumahnya sendiri, mencuri yang seharusnya menjadi miliknya sendiri, dari orang yang dia abdikan hidupnya dengan ikhlas dan ringan hati, namun nyata- nyata tidak memberikan haknya. MasyaAllah... bahkan uang yang dicurinya bukanlah untuk kesenangan sang istri melainkan untuk memenuhi perut anak- anaknya yang lapar.Lalu...dimanakah letak keteladanan suami sebagai ayah sekaligus pemimpin keluarga?

Pernahkan anda sejenak membayangkan ketika anda tidak tahu untuk apa dan untuk siapa anda bekerja. Ketika kekayaan dan kelimpahan rezeki anda sudah ditangan, namun setelah habis dibelanjakan, kebahagiaan dan kepuasan anda pun akan selesai sampai disitu. Saja. Lahiriah anda akan berkata puas, namun batin anda akan tetap merasa kosong karena yang anda rasakan adalah tetap...sendiri. Maka, sebenarnyalah kebahagiaan itu adalah dari istri dan anak- anak anda. Merekalah harta yang sesungguhnya yang anda miliki, dan tidak akan pernah tergantikan dan atau terbeli dengan apapun. Kedermawanan anda terhadap rezeki dan materi yang anda miliki itulah yang akhirnya kembali membahagiakan anda

Subhanallah, ternyata memberi menumbuhkan keajaiban bagi sang pemberi dan penerimanya.Ketika anda sampai dirumah, istrilah yang menyambut dan menyiapkan kebutuhan anda. Anak- anak memberikan keceriaan kepada anda sehingga mengalihkan anda sejenak dari kepenatan dunia kerja dan mengajak berfantasi dalam keluguan dunia mereka. Dan kesemua itu tentu saja lebih berharga dari segala materi yang anda kejar dan kumpulkan dari pagi sampai sore dan dari sore sampai ke pagi lagi.

Apakah anda masih ingat satu hal bahwa harta anda tidak menemani anda saat dikubur nanti. Namun kebahagiaan dan kebanggan anak- anak anda atas figur seorang bapak mereka akan selalu terkenang. Anak- anak anda dengan suka rela dan ikhlas hati mendoakan anda supaya diampuni dan ditempatkan ditempat mulia disisi Allah, dan... itulah yang akan abadi untuk anda. Ketika seorang suami mengikhlaskan bagian rezeki yang diperjuangkannya untuk keluarga, maka saksikanlah bahwa kebanggan sebagai seorang figur pahlawan keluarga akan selalu disematkan untuk anda.Walaupun anda masih atau telah tiada di dunia ini.

Pencerminan kualitas akhlak seorang istri juga sejatinya sedikit banyak mencerminkan sang suami. karena setiap hari, dengan dialah anda setiap harinya bergaul dan menghabiskan usia. Karena setiap harinya, sang suami adalah pendidik bagi para istrinya. Maka, jangan biarkan istri anda menjadi pencuri dari harta anda sendiri. Pergaulilah dengan baik, seseorang yang telah mengikhlaskan dirinya dan mengesampingkan kepentingannya hanya untuk mengabdi, melahirkan dan merawat anak- anda tersebut. Tidak menjadi masalah besar atau kecilnya jumlah rezeki yang anda berikan kepada keluarga anda, karena sejatinya bagi mereka, kedermawanan dan keluasan hati anda adalah lebih berharga dari pada semua itu.

Rabu, 21 November 2012

PERAN KHUSUS ISTRI SHALEHAH

ISTRI SHALEHAH
Sebuah berita gembira datang dari sebuah hadits Rosul bahwa Rosulullah saw. Bersabda : ”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah”.
Di dalam Islam, peranan seorang istri memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan berumah tangga dan peranannya yang sangat dibutuhkan menuntutnya untuk memilih kualitas yang baik sehingga bisa menjadi seorang istri yang baik. Pemahamannya, perkataaannya dan kecenderungannya, semua ditujukan untuk mencapai keridho’an Allah swt., Tuhan semesta Alam. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah swt. sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya.

Kualitas seorang istri seharusnya memenuhi sebagaimana yang disenangi oleh pencipta-Nya yang tersurat dalam surat Al-Ahzab. Seorang wanita muslimah adalah seorang wanita yang benar (dalam aqidah), sederhana, sabar, setia, menjaga kehormatannya tatkala suami tidak ada di rumah, mempertaankan keutuhan (rumah tangga) dalam waktu susah dan senang serta mengajak untuk senantiasa ada dalam pujian Allah swt.

Ketika seorang wanita muslimah menikah (menjadi seorang istri) maka dia harus mengerti bahwa dia memiliki peranan yang khusus dan pertanggungjawaban dalam Islam kepada pencipta-Nya, Allah swt. menjadikan wanita berbeda dengan pria sebagaimana yang disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:

” Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (QS. An Nisaa’ , 4:32).

Kita dapat melihat dari ayat ini bahwa Allah swt. membuat perbedaan yang jelas antara peranan laki-laki dan wanita dan tidak diperbolehkan bagi laki-laki atau wanita untuk menanyakan ketentuan peranan yang telah Allah berikan sebagaimana firman Allah:

“ Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al Ahzab, 33:36)

Karenanya, seorang istri akan membenarkan Rosulullah dan akan membantu suaminya untuk menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syari’ah (hukum Islam) dan memastikan suaminya untuk kembali melaksanakan kewajiban-kewajibannya, begitupun dengan kedudukan suami, dia juga harus memenuhi kewajiban terhadap istrinya.

Diantara hak-hak lainnya, seorang istri memiliki hak untuk Nafaqah (diberi nafkah) yang berupa makanan, pakaian dan tempat untuk berlindung yang didapatkan dari suaminya. Dia (suami) berkewajiban membelanjakan hartanya untuk itu walaupun jika istri memiliki harta sendiri untuk memenuhinya. Rosulullah saw. Bersabda :

” Istrimu memiliki hak atas kamu bahwa kamu mencukupi mereka dengan makanan, pakaian dan tempat berlindung dengan cara yang baik.” (HR. Muslim)

Ini adalah penting untuk dicatat bahwa ketika seorang istri menunaikan kewajiban terhadap suaminya, dia (istri) talah melakukan kepatuhan terhadap pencipta-Nya, karenanya dia (istri yang telah menunaikan kewajibannya) mendapatkan pahala dari Tuhan-Nya. Rosulullah saw. mencintai istri-istrinya karena kesholehan mereka.

Aisyah r.a. suatu kali meriwayatkan tentang kebaikan kualitas Zainab ra, istri ketujuh dari Rosulullah saw.,

”Zainab adalah seseorang yang kedudukannya hampir sama kedudukannya denganku dalam pandangan Rosulullah dan aku belum pernah melihat seorang wanita yang lebih terdepan kesholehannya daripada Zainab r.a., lebih dalam kebaikannya, lebih dalam kebenarannya, lebih dalam pertalian darahnya, lebih dalam kedermawanannya dan pengorbanannya dalam hidup serta mempunyai hati yang lebih lembut, itulah yang menyebabkan ia lebih dekat kepada Allah”.

Seperti kebesaran wanita-wanita muslimah yang telah dicontohkan kepada kita, patut kiranya bagi kita untuk mencontohnya dengan cara mempelajari kesuciannya, kekuatan dari karakternya, kebaikan imannya dan kebijaksanaan mereka. Usaha untuk mencontoh Ummul Mukminin yang telah dijanjikan surga (oleh Allah) dapat menunjuki kita kepada karunia surga.

Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rosulullah saw. Bersabda :
“ Ketika seorang wanita menunaikan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mematuhi suaminya, maka dia akan masuk surga dengan beberapa pintu yang dia inginkan”. (Al Bukhori, Al Muwatta’ dan Musnad Imam Ahmad).

Advertisements!

Copyright @ 2013 DUNIA ISLAM | ARTIKEL MOTIVASI | ARTIKEL ISLAMI. Designed by Templateism | Love for The Globe Press