Lifestyle

Informasi:

Ini merupakan blog yang berisi artikel tentang memajukan Islam, mari bersatu, hindari perpecahan, Jadikan Islam sebagai Penguasa dunia dalam bisnis, pemerintahan dan semua sendi kehidupan

Tampilkan postingan dengan label KHILAFAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHILAFAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Penemu Bilangan Angka Adalah Ulama dan Professor Islam

Tahukah anda penemu angka2 yg selama ini kita gunakan berhitung?

 

 Dialah Abu Abdillah Muhammad bin musa Al Khawarizmi (164— 235 H) yg lebih dikenal dgn Al Khawarizmi, ilmuan matematika dan Geografi muslim pertama yg menemukan angka 0,1,2,3 dst.

Tahukah anda alasan mengapa ia menuliskan angka-angka itu dengan simbol2 yg kita kenal hari ini?

Hal itu hanya untuk menunjukkan jumlah sudut yg terdapat pada setiap simbol itu, maka angka satu ditulis dgn simbol (1) karena memiliki satu sudut yg terdapat di ujung atasnya, dan demikian seterusnya pada simbol2 angka yg lainnya.

Subhanallah betapa besar jasa kaum Muslimin dalam kemajuan ilmu matematika yg dirasakan oleh semua bangsa hingga hari ini.


Jadi sebagai umat Islam kita harus bangga dengan para ulama dan cendekiawan muslim, barat telah mengambil alih penemuan ulama kita, saatnya kita bangkit untuk merebut kembali kejayaan kita, bersatulah wahai kaum muslim, hilangkan perbedaan  sedikit pendapat, kita masih satu Tuhan, Tuhan Allah swt, satu Nabi, Nabi Muhammad saw dan satu kitab suci, Alquran..

Allahuakbar...

sumber : https://www.facebook.com/fadeelbasayev

Kamis, 11 Desember 2014

Tulisan Salim A. Fillah Ini Menyentak Nurani Muslim Indonesia

Tulisan Salim A. Fillah Ini Menyentak Nurani Muslim Indonesia

DnaIslam - Sebuah tulisan yang menyentak nurani umat Islam Indonesia menyebar melalui broadcast sosial media Blackberry Messenger dan WhatsApp. Tulisan yang ditulis oleh Salim A. Fillah, Ustadz muda dan penulis buku-buku Islam ini, menuturkan apa yang disampaikan oleh seorang Ulama Palestina, Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah tentang Peradaban Islam yang silih berganti dipimpin dari bangsa satu ke bangsa yang lain. Hingga menceritakan siapa kelak yang akan memimpin peradaban Islam selanjutnya dan membebaskan Al-Aqsha. Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina itu, seperti disebut Salim, menyitir hadist RasululLah bahwa pemimpin peradaban itu berasal dari Timur.
Berikut tulisan lengkap yang dikutip Islamedia.co setelah konfirmasi langsung dari penulisnya melalui media sosial WhatsApp 4 Nopember 2014:
Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?"

Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut. "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu."

"Pada kurun awal", lanjut beliau, "Allah memilih Bangsa 'Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah 'Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka."

"Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah 'Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak 'Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia."

"Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya."

"Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk."

"Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; 'Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih."

"Ketika Daulah 'Aliyah 'Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini."

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. "Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek", katanya sedikit tertawa, "Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini."

"Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para 'Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah 'Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah 'Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke", ujar beliau terkekeh.

"Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam."

"Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah."

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami..

Ustadz Salim A. Fillah

Jumat, 28 November 2014

Inilah Kenyataan Al Ikhwanul Muslimun Yang Tidak Kita Ketahui

 Inilah Kenyataan Al Ikhwanul Muslimun Yang Tidak Kita Ketahui

Penyiar dan wartawan Jamal Royyan (Host TV AlJazeera) menulis:
"Kenyataan yang tidak diketahui dan di pungkiri oleh kebanyakan orang"

Kudeta militer di Mesir di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Kudeta militer di Libiya di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Pembantaian syiah terhadap warga sipil di Syiria di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Pembantaian Zionis Israel terhadap warga Gaza di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Kerusakan dan kedzoliman pemerintah Yaman terhadap rakyatnya di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Pembantaian massal terhadap umat islam di Afrika di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Adanya usaha untuk merubah identitas umat islam di negara teluk di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan memimpin negara maka lihatlah Turki

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan bertempur di medan perang lihatlah Hamas

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan bersabar demi membela tanah air mereka maka lihatlah Mesir

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan berkorban dan memilih mengalah demi tanah air mereka maka lihatlah Tunis

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan melakukan semuanya itu maka lihatlah Yaman

Benar! Al Ikhwanul Muslimun sudah, akan dan selalu (dengan izin Allah) mempertahankan kebenaran dan berjuang untuk menolong orang yang terdzolimi dan berhadapan langsung dengan para pendzolim

اللهم بارك في الإخوان المسلمون وانصرهم على من عاداهم

Ya Allah..berkahilah Al Ikhwanul Muslimun dan tolonglah mereka dari orang-orang yang memusuhi mereka

Wahai orang-orang yang meragukan Al Ikhwan, Turki yang di pimpin oleh orang orang yang berfikroh Al Ikhwan adalah negara Eropa pertama yang hasil pertaniannya 63 milyar USD.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki telah menggeratiskan biaya pendidikan mulai tingkat TK sampai S3 baik untuk warga Turki ataupun warga asing.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, para mahasiswa dan dosen-dosen mereka di Turki sudah mampu membuat mobil listrik yang mampu melaju sejauh 5 ribu kilo meter hanya dengan harga 35 dollar.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki pada masa pemerintahan Erdogan telah meletakkan seluruh warga Turki dibawah payung asuransi kesehatan dan telah membangun 509 rumah sakit baru.

Sedangkan kalian, Apa yg sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki pada masa pemerintahan Erdogan telah menaikan gaji guru sebesar 300 %.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian naikan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Ikhwan, Turki berjanji akan membuat 3 proyek gila, yang mereka beri nama proyek abad ini, yaitu membuat terowongan di bawah laut, kanal laut, jembatan gantung, bandara ketiga.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki telah membuka lapangan pekerjaan untuk jutaan warganya ketika negara-negara eropa beramai-ramai mem PHK 6 juta warganya.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki telah menghubungkan benua eropa dan asia melalui terowongan bawah laut untuk mewujudkan mimpi besar kekhalifahan Turki Utsmani generasi pertama.

Apa yang sudah kalian wujudkan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat tank baja.

Apa yang sudah kalian buat?

Wahai orang-orang yang meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat satelit canggih.

Apa yang sudah kalian buat?

Wahai orang-orang yang meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat Kapal perang jenis Melligem.

Apa yang sudah kalian buat?

Wahai orang-orang yang meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat Pesawat tempur melebihi kehebatan pesawat Apache.

Apa yang sudah kalian buat?


*sumber: https://www.facebook.com/Sayyid.Quthb.Elfawaz/posts/10152877789942767?pnref=story

Minggu, 02 November 2014

Menuju Izzah Islam | Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Ilham

Menuju Izzah Islam | Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Ilham


"Sesungguhnya surga itu ada seratus derajat, jarak di antara setiap dua derajat adalah seumpama langit dan bumi. Dan al-Firdaus adalah derajat paling tinggi, daripadanya terpancar sungai-sungai surga. Apabila kamu meminta kepada Allah maka mintalah daripada-Nya al-Firdaus." (Riawayat al-Hakim)

Betapa pun saat ini kita tinggal di negeri yang belum sempurna, namun merindukan tegaknya izzah Islam wal Muslimin harus terus terjaga dan terpelihara.

Kerinduan ini juga harus dibalut tekad kuat. Karena keinginan kuat modal awal meneruskan langkah-langkah berikutnya.

Dan keinginan itu sebagaimana disebut dalam hadis di atas, haruslah bertempat pada titik tertinggi. Nabi Muhammad SAW sendiri senantiasa menyuruh para sahabat bahkan umat Islam seluruhnya agar mempunyai keinginan yang tinggi dalam semua perkara.

Sebagaimana kalau harus minta maka mintalah kepada sesuatu yang paling tinggi, Surga Firdaus. Kalau terjun di dunia dagang maka berusahalah menjadi seseorang yang dengannya orang berhajat banyak kepadanya.

Jika saat ini sedang belajar, berposeslah terus untuk menjadi pemilik ilmu yang alim, mengamalkan ilmunya, dan lalu menyebarkannya. Kalau politik adalah lahan tekunannya, maka di pucuk pemenuhan kebaikan umat adalah orientasinya.

Jadilah pemimpin di negeri ini yang mengamalkan Islam dan meninggikan kesejahteraan kaum muslimin dan semua yang dipimpinnya.

Nabi SAW tercinta menanam keinginan yang kuat dan harapan yang besar kepada seorang sahabat bernama Uqbah bin Nafi (Sang Penakluk Afrika).

Beliau mendoakannya ketika masih kecil agar Allah Azza wa Jalla memilihnya untuk menjadi pembuka dan pembebas yang hebat.

Ia telah menjadikan ‘Uqbah berkeinginan dan berjiwa besar yang membawanya kepada pembukaan dakwah di wilayah utara Afrika.

Begitu juga dengan Muhammad al-Fatih. Sejak Fatih masih kecil, ayahnya menanam keinginan agar suatu hari nanti Kostantinopel  (Istanbul) akan bebas melalui tangannya. Tinta sejarah pun tertoreh, beliaulah yang dijuluki al-Fatih, penakluk Konstantinopel.

Langkah tarbawiyah sang Nabi SAW ini tentu merupakan seruan umum kepada seluruh orang tua, para ustaz, penjaga, pendidik dan pendakwah agar mengambil kaidah yang sama.

Menanam keinginan dan menggalakkan manusia beriman agar mengincar posisi tinggi demi tegakknya ‘Izzah Islam wal Muslimin.

Jika tidak juga hal ini diteruskan maka tentu hanya mimpi kalau kita bisa mengubah dunia. Jadi, tanamkanlah tekad yang kuat untuk merebut supremasi indah li i’laai kalimatillah.


sumber : ROL

Minggu, 12 Oktober 2014

KHILAFAH ISLAM | Bukan Demokrasi atau Kapitalisasi Liberal

KHILAFAH ISLAM | Bukan Demokrasi atau Kapitalisasi Liberal

berbicara tentang demokrasi sebagai sistem pemerintahan, memang betul demokrasi secara teoritis memberikan ruang bagi pendapat apapun untuk disuarakan, maka secara teoritis dalam demokrasi Islam bisa saja dimenangkan, namun sebagai konsekuensinya yang kafir bisa juga dimenangkan.

secara teoritis lagi, bila jumlah kita banyak di dalam demokrasi, seharusnya yang berjumlah banyaklah yang akan memenangkan demokrasi, entah yang banyak itu yang jahat, ataukah yang banyak itu yang taat
namun teori selalu bertentangan dengan kenyataan, pada faktanya demokrasi lebih sering justru berpihak bukan pada yang banyak, namun lebih banyak berpihak pada yang punya uang, yang memodali mengendalikan para pemimpin yang muncul dalam sistem demokrasi yang berbiaya besar ini

cukuplah kasus BBM, dimana mayoritas rakyat tidak menyetujui dicabutnya subsidi, namun tetap saja dilaksanakan
cukuplah kasus bahwa kita mayoritas Muslim, namun selalu dihambat tatkala ingin menerapkan syariat Islam
mengapa? karena masyarakat tidak hanya kumpulan individu, namun juga hasil interaksinya yang memunculkan pemahaman, opini bersama, juga standar bersama

parahnya, sekali lagi kapitalis dan liberalis bermain sangat baik pada ranah opini dan media yang memang mereka miliki
maka siapa yang "baik" dan siapa yang "buruk" bisa didikte oleh media, dimunculkan dan direkayasa oleh media, medialah yang menentukan bagaimana cara masyarakat berpikir, atau membuat mereka tidak berpikir sama sekali dengan tontonan dan hiburan yang melalaikan
namun jangan dulu berputus asa,

sesungguhnya Allah bukan melihat pada hasilnya, tapi Allah hanya mewajibkan adanya usaha maksimal yang bersandarkan syariat Allah disitu, Allah menyenangi hamba-Nya yang beusaha keras di jalan-Nya
adapun perkara hasilnya, itu bonus dari-Nya
maka tugas kitalah untuk tetap beristiqamah menyuarakan yang benar dengan cara yang paling baik, berdakwah pada ummat bahwa sistem Islam lah yang akan memuliakan mereka bukan sistem demokrasi
maka tugas kitalah menyampaikan pada mereka, bahwa bila dalam sistem demokrasi kita diperkenankan (bahkan direkayasa) untuk memiliki pemimpin yang jauh dari Islam atau bahkan kafir, maka dalam sistem Islam, hanya Muslim yang amanah yang diperbolehkan jadi pemimpin

maka tugas kitalah memberitahu mereka, bahwasanya Allah akan menanyakan tentang semua di dunia ini, dan semua pertanyaan Allah akan diberikan dengan standar Al-Qur'an dan As-Sunnah, sehingga itu saja yang harus kita khawatirkan dan kita pikirkan, bukan memikirkan jawaban pertanyaan yang tidak berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah
tugas kita merindu, tugas kita menyeru, pada sistem Islam yang satu
bahwa hanya dengan menerapkan Syariah Islam, maka permasalahan bangsa ini akan benar-benar usai, dan itu adalah janji Allah Swt dalam Al-Qur'an yang mustahil Dia ingkari

bahwa hanya dengan mengembalikan Khilafah Islam, maka kehormatan dan kemuliaan ummat ini akan kembali, karena itu adalah janji Allah dan Rasul-Nya yang mustahil diingkari
kini gelombang penyeru perubahan itu sudah semakin besar dan kuat, semakin banyak dan semakin padu
insyaAllah, mudah-mudahan Allah merestui perhelatan besar Mahasiswa dan Pelajar yang akan dilaksanakan pada bulan-bulan ini, dalam rangka menyeru kaum Muslim pada agama mereka dan kewajiban yang telah Allah wajibkan pada mereka

Hizbut Tahrir Indonesia akan menyelenggarakan
Indonesia Congress of Muslim Students 2014 (ICMS 2014)
“We Need Khilafah, Not Democracy”
Hadir dalam agenda ini 25.000 aktivis dan 1000 pergerakan mahasiswa. Kongres dilaksanakan di 73 Kota besar seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, puncaknya diselenggarakan di Jakarta, 02 November 2014, tepat di depan pusat penguasa yakni Istana Merdeka
informasi-informasi lebih lanjut, silakan dapatkan di pagesnya, LIKE dan daftarkan diri untuk menghadiri event akbar ini, semoga dengannya kontribusi kita menjadi tanda pedulinya kita akan ummat ini

sumber
https://www.facebook.com/icms14

Advertisements!

Copyright @ 2013 DUNIA ISLAM | ARTIKEL MOTIVASI | ARTIKEL ISLAMI. Designed by Templateism | Love for The Globe Press