 |
| KHILAFAH ISLAM | Bukan Demokrasi atau Kapitalisasi Liberal |
berbicara
tentang demokrasi sebagai sistem pemerintahan, memang betul demokrasi
secara teoritis memberikan ruang bagi pendapat apapun untuk disuarakan,
maka secara teoritis dalam demokrasi Islam bisa saja dimenangkan, namun
sebagai konsekuensinya yang kafir bisa juga dimenangkan.
secara
teoritis lagi, bila jumlah kita banyak di dalam demokrasi, seharusnya
yang berjumlah banyaklah yang akan memenangkan demokrasi, entah yang
banyak itu yang jahat, ataukah yang banyak itu yang taat
namun
teori selalu bertentangan dengan kenyataan, pada faktanya demokrasi
lebih sering justru berpihak bukan pada yang banyak, namun lebih banyak
berpihak pada yang punya uang, yang memodali mengendalikan para pemimpin
yang muncul dalam sistem demokrasi yang berbiaya besar ini
cukuplah kasus BBM, dimana mayoritas rakyat tidak menyetujui dicabutnya subsidi, namun tetap saja dilaksanakan
cukuplah kasus bahwa kita mayoritas Muslim, namun selalu dihambat tatkala ingin menerapkan syariat Islam
mengapa? karena masyarakat tidak hanya kumpulan individu, namun juga
hasil interaksinya yang memunculkan pemahaman, opini bersama, juga
standar bersama
parahnya, sekali lagi kapitalis dan liberalis bermain sangat baik pada ranah opini dan media yang memang mereka miliki
maka siapa yang "baik" dan siapa yang "buruk" bisa didikte oleh media,
dimunculkan dan direkayasa oleh media, medialah yang menentukan
bagaimana cara masyarakat berpikir, atau membuat mereka tidak berpikir
sama sekali dengan tontonan dan hiburan yang melalaikan
namun jangan dulu berputus asa,
sesungguhnya Allah bukan melihat pada hasilnya, tapi Allah hanya
mewajibkan adanya usaha maksimal yang bersandarkan syariat Allah disitu,
Allah menyenangi hamba-Nya yang beusaha keras di jalan-Nya
adapun perkara hasilnya, itu bonus dari-Nya
maka tugas kitalah untuk tetap beristiqamah menyuarakan yang benar
dengan cara yang paling baik, berdakwah pada ummat bahwa sistem Islam
lah yang akan memuliakan mereka bukan sistem demokrasi
maka tugas
kitalah menyampaikan pada mereka, bahwa bila dalam sistem demokrasi
kita diperkenankan (bahkan direkayasa) untuk memiliki pemimpin yang jauh
dari Islam atau bahkan kafir, maka dalam sistem Islam, hanya Muslim
yang amanah yang diperbolehkan jadi pemimpin
maka tugas kitalah
memberitahu mereka, bahwasanya Allah akan menanyakan tentang semua di
dunia ini, dan semua pertanyaan Allah akan diberikan dengan standar
Al-Qur'an dan As-Sunnah, sehingga itu saja yang harus kita khawatirkan
dan kita pikirkan, bukan memikirkan jawaban pertanyaan yang tidak
berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah
tugas kita merindu, tugas kita menyeru, pada sistem Islam yang satu
bahwa hanya dengan menerapkan Syariah Islam, maka permasalahan bangsa
ini akan benar-benar usai, dan itu adalah janji Allah Swt dalam
Al-Qur'an yang mustahil Dia ingkari
bahwa hanya dengan
mengembalikan Khilafah Islam, maka kehormatan dan kemuliaan ummat ini
akan kembali, karena itu adalah janji Allah dan Rasul-Nya yang mustahil
diingkari
kini gelombang penyeru perubahan itu sudah semakin besar dan kuat, semakin banyak dan semakin padu
insyaAllah, mudah-mudahan Allah merestui perhelatan besar Mahasiswa dan
Pelajar yang akan dilaksanakan pada bulan-bulan ini, dalam rangka
menyeru kaum Muslim pada agama mereka dan kewajiban yang telah Allah
wajibkan pada mereka
Hizbut Tahrir Indonesia akan menyelenggarakan
Indonesia Congress of Muslim Students 2014 (ICMS 2014)
“We Need Khilafah, Not Democracy”
Hadir dalam agenda ini 25.000 aktivis dan 1000 pergerakan mahasiswa.
Kongres dilaksanakan di 73 Kota besar seluruh Indonesia dari Aceh hingga
Papua, puncaknya diselenggarakan di Jakarta, 02 November 2014, tepat di
depan pusat penguasa yakni Istana Merdeka
informasi-informasi
lebih lanjut, silakan dapatkan di pagesnya, LIKE dan daftarkan diri
untuk menghadiri event akbar ini, semoga dengannya kontribusi kita
menjadi tanda pedulinya kita akan ummat ini
sumber
https://www.facebook.com/icms14