Lifestyle

Informasi:

Ini merupakan blog yang berisi artikel tentang memajukan Islam, mari bersatu, hindari perpecahan, Jadikan Islam sebagai Penguasa dunia dalam bisnis, pemerintahan dan semua sendi kehidupan

Tampilkan postingan dengan label PRO-KONTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRO-KONTRA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Desember 2014

Ini Kisah Ustadz Yusuf Mansur Tentang Toleransi


Ustadz Yusuf Mansur mengibaratkan hubungan antara umat beragama yang berbeda itu ibarat sapi dan kambing. Dua-duanya hidup rukun, sama-sama merumput tapi pernah saling ganggu.

"Teringat kisah kambing dan sapi. Dua-duanya nyaman ada di rumput yang sama, tanpa perlu kambing jadi sapi dan sebaliknya," kata Yusuf Mansur lewat akun twitter pribadinya @Yusuf_Mansur, Sabtu, 20 Desember 2014.

Yusuf Mansur juga menganalogikan tak perlu memberikan ucapan selamat untuk perayaan hari besar agama lain dengan dalih saling menghormati.

"Agar dianggap kawan sapi, kambing nyamperin sapi. Lalu kambing bersuara: ngoooooooo.... he he he, sapinya malah bingung." kata dia.

Ngedenger kambing bilang ngoooo... sapi ngimbangin, jawab: mbeeeeeeee... kerbau yang denger, senyum... "Elo elo berdua sehaaatt?"

Menurut Yusuf, tak perlu seperti analogi di atas. Masih banyak cara lain yang bisa menunjukkan toleransi antar umat beragama.

"Banyak jalan untuk bisa hidup bersisian, berdampingan. Asli banyak cara. Termasuk untuk saling mengasihi, peduli, saling mengisi," kata ulama yang terkenal dengan konsep sodaqoh ini.

Menurut Yusuf konsep sapi-kambing ini bukan berasal dari dirinya pribadi. Tapi dari seorang pendeta. Yusuf mengaku sepakat dengan pendapat ini dan mengutipnya.

"Kambing dan sapi' ini bukan orisinal dari saya. Tapi dari salah satu pimpinan Kristen saat duduk bareng. Saya ngaminin. Rasional logikanya," tutupnya. [Merdeka]

Rabu, 15 Oktober 2014

KH Miftachul Akhyar (Rais Syuriah PWNU Jatim): "Negara Diuntungkan Adanya FPI"


KH Miftachul Akhyar (Rais Syuriah PWNU Jatim) Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Kedungtarukan Surabaya ini termasuk kiai yang mendukung keberadaan FPI.

Dalam pandangan Kiai Miftah, di tengah masyarakat yang semakin permisif dan apatis terhadap lingkungan sekarang ini, manfaat keberadaan FPI sangat jelas dalam memberantas kemunkaran. Sekaligus, dia (FPI) telah mengambil alih tugas-tugas NU dalam penanganan nahi munkar. Sebab selama ini pelaksanaan amar maruf nahi munkar masih terasa jomplang. Belum berimbang. Semua melakukan amr maruf, sementara yang nahi munkar hampir tidak ada, di situlah FPI mengisi kekosongan peran penting tersebut, dan itu menguntungkan umat Islam sekaligus pemerinta.

“Tinggal disinergikan dengan aparat keamanan saja, tutur Kiai Miftah.

Kiai Miftah mengingatkan, berita media massa memang bak pisau bermata dua: dapat bernilai positif, dapat pula negatif.

Advertisements!

Copyright @ 2013 DUNIA ISLAM | ARTIKEL MOTIVASI | ARTIKEL ISLAMI. Designed by Templateism | Love for The Globe Press