Sabtu, 01 Desember 2012

BALADA SI PEJUANG IBADAH

sholat
 Kenalilah kehidupan, ambil pelajaran didalamnya, apa saja akan mudah hilang bersama waktu, apakah itu harta, rasa, cinta kepada sesuatu materi dan fisik. Salah menempatkan maka tak jarang yang ada ialah penderitaan sakit jiwa dalam berbagai levelnya, Semoga Allah memberikan kita taufiq, Amin

Semalam misalnya dirinya ketiduran, karena lelah yang hebat, sehingga tahajud menjadi terlalaikan. Maka pagi hari, wajah ketidaknyamanan menyebar pada aktivitas hariannya. Sering murung dan selalu komat-kamit beristighfar. Padahal, dirinya sudah merangkai shalat Dhuha dengan mengqadha tahajud.

Berikutnya, berusaha maksimal untuk mempelajari kualitas ibadah yakni tercapainya kekhusyukan dan keikhlasan. Ada kesungguhan dalam menyempurnakan kekurangan ilmu dan bersegera menerapkannya berulang-ulang. Baik dalam prosesi ibadah maupun penerjemahannya dalam amaliyah harian.

Dalam shalat, ia bermujahadah, tunduk, pasrah bersedekap, merendahkan bacaan dan diam tumakninah (QS Thaha: 108). Di luar shalat, memancar kearifan dengan menyibukkan diri dalam muhasabah (introspeksi). Dan meningkatkan amal shaleh sehari-hari, dakwahnya, ahlaknya, sedekahnya, kecermatannya memandang lahan ibadah, dan penghasilan halalnya karena semua bidang kehidupan telah diatur dalam Islam. Bagian dari Islam.

Tanda lain bisa dilihat dari kegemarannya yang tidak putus dalam berdoa. Selalu dalam setiap selesai shalat, terdengar doa-doa permohonan agar dimaafkan segala kekurangan, kesalahan dan diterima semua ibadah.

Dirinya telah memutus kebiasaan selesai shalat meninggalkan tempat (kabur). Sekarang, dirinya terlihat sangat menikmati saat berzikir dan munajat seusai shalat. Di tangannya tasbih terus melingkar.

Di akhir doa, dia merapatkan dahinya pada alas sejadah. Tersungkur dan menangis, bahkan hingga membengkak kedua kakinya (QS Maryam [19]: 58). Menangis karena rasa syukur bisa menikmati ibadah sekaligus rasa takut dengan azab Allah baik di dunia atau di akhirat kelak.

Rumah tangga yang dijalin terlihat, sangat damai dan tidak beriak. Wajah suami-istri dan anak-anak sumringah bahagia. Santun dan penuh khidmat baik pada keluarga maupun pada lingkungan dan tetangganya. Bahkan, sangat senang untuk berkumpul dalam lingkungan yang sama yang berbalut semangat ibadah dan dakwah.

Subhanallah. Menyenangkan dan menenangkan. Begitulah seharusnya efek dari menikmati ibadah. Tentu kita tidak mau ibadah yang kita senangi ini akan menjadi shalat yang hanya tinggal gerak badan tanpa getar hati

Hakikat ibadah yang diterima hanya Allah yang mengetahui. Namun, hal itu bisa dinilai dengan sesuatu yang nampak dari ibadahnya. Di antaranya, hubbul ibadah, sangat senang beribadah atas cinta Allah dan Rasul-Nya yang meresap dalam hatinya, karena ia mengenal kehidupan, Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan hamba-Nya dijalan kebaikan. Ibadah ritual dan kegiatan keseharian hanyalah Allah yang diutamakan, karena hanya Allah saja yang tidak mengecewakan, inilah buah ilmu dan perenungan serta pengkajian kitabullah, merugi bagi yang berjalan tanpa ada senter dalam kegelapan.

Kenalilah kehidupan, ambil pelajaran didalamnya, apa saja akan mudah hilang bersama waktu, apakah itu harta, rasa, cinta kepada sesuatu materi dan fisik. Salah menempatkan maka tak jarang yang ada ialah penderitaan sakit jiwa dalam berbagai levelnya, Semoga Allah memberikan kita taufiq, Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar